"Nasib tiyange ane jelek, dadi kene dadosne? (nasib saya memang buruk, kenapa menjadi seperti ini?)," tutur Sutarya di rumahnya, Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, Selasa (9/9/2008).
Saat ditemui, Sutarya ditemani istrinya. Mereka berdua tinggal di sebuah rumah sederhana di sudut Desa Julah. Saat bercerita, sesekali mata Sutarya menerawang ke atas seolah mencari jawaban akan peristiwa yang dialaminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di ingete tiang nyesel gati, lek tiyang ajak nyama beraya (kalau lagi ingat saya sangat menyesal, saya sangat malu kepada tetangga)," tuturnya. (gds/djo)











































