Setelah mundur dari caleg, Bahrudin Dahlan terus membongkar borok PPP. Pria ini menuding Djoko Edhi Soetjipto Abdulrahman sebagai salah satu makelar dalam jual beli nomor urut calon anggota legislatif (caleg) PPP.
"Yang menjadi perantara adalah Djoko Edhi," kata Bahrudin kepada detikcom via telepon, Selasa (9/9/2008). Bahrudin, Senin (8/9/2008) kemarin mundur dari caleg PPP karena kecewa dengan sistem setoran untuk nomor caleg. Ia juga akan segera keluar dari partai berlambang Ka'bah itu dan lompat pagar ke PAN.
Bahrudin menunjuk Faikoh Al Haj, salah satu caleg PPP yang menjadi korban Djoko Edhi. Perempuan ini meminta bantuan Djoko yang sebelumnya menjadi politisi dari PAN itu untuk mengurus keinginannya mendapatkan Dapil 1 Jawa Timur. Djoko Edhi menyanggupi permintaan tersebut dengan catatan Faikoh memberikan uang sejumlah Rp 250 juta sebagai maharnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kontan saja ini membuat malu Djoko Edhi sehingga sempat bersitegang dengan Suryadharma Ali (Ketum PPP). Bersitegangnya kedua petinggi ini disaksikan oleh para pengurus DPP PPP," kata Bahrudin.Djoko Edhi sendiri hingga kini belum bisa dimintai tanggapannya. Ketika detikcom meneleponnya, telepon gengam Djoko Edhi tidak diangkat. SMS detikcom pun tidak dibalasnya. (ron/iy)











































