KPU Tunda Keliling 14 Negara, Bukan Membatalkan

KPU Tunda Keliling 14 Negara, Bukan Membatalkan

- detikNews
Selasa, 09 Sep 2008 10:45 WIB
KPU Tunda Keliling 14 Negara, Bukan Membatalkan
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda keliling 14 negara dalam sosialisi pemilih luar negeri, bukan membatalkannya. Keputusan diambil karena KPU masih sibuk.

"Itu menunda (bukan membatalkan). Artinya kita konsentrasi kerja dalam negeri. Ya masalah pencalonan leslatif, surat suara dan sebagainya," ujar anggota KPU I Gede Putu Artha kepada detikcom, Selasa (9/9/2008).

Menurut Artha, penundaaan tersebut diputuskan semua anggota KPU tiga hari lalu. "Kalau menurut saya idealnya sampai awal November," kata Artha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artha tidak sependapat bila acara kunjungan tersebut dibatalkan. "Itu penting. Masa kita telepon-teleponan dengan dubesnya. Kalau mendatangkan 14 anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) biayanya besar," jelas dia.

Artha menuturkan, semua anggota KPU mendengarkan hujan kritik soal keberangkatan mereka. Penundaaan bukan karena teguran dari pihak tertentu tapi karena masih mengurusi masalah dalam negeri.

"Tidak ada teguran. Ini lebih dari kesadaran anggota. Lagi pula wacana itu belum diplenokan," tandas Artha.

Sebelumnya, anggota KPU Endang Sulastri menyatakan, KPU membatalkan kunjungannya ke 14 negara. Alasannya, KPU masih menjajaki kemungkinan mendatangkan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) ke Indonesia.

14 Kota di 14 negara yang rencananya akan dikunjungi adalah Kuala Lumpur (9-12 September), Beijing (13-16 September), Manila (16-19 September), New Delhi (20-23 September), Sidney (22-25 September), Cape Town (26-29 September), Cairo (5-8 Oktober), Jeddah (9-12 Oktober), Moskow (12-15 Oktober), Den Haag (16-19 Oktober), Paris (19-22 Oktober), Madrid (23-26 Oktober), New York (27-30 Oktober), dan Havana (31 Oktober-3 November).
(nik/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads