"Itu menunda (bukan membatalkan). Artinya kita konsentrasi kerja dalam negeri. Ya masalah pencalonan leslatif, surat suara dan sebagainya," ujar anggota KPU I Gede Putu Artha kepada detikcom, Selasa (9/9/2008).
Menurut Artha, penundaaan tersebut diputuskan semua anggota KPU tiga hari lalu. "Kalau menurut saya idealnya sampai awal November," kata Artha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artha menuturkan, semua anggota KPU mendengarkan hujan kritik soal keberangkatan mereka. Penundaaan bukan karena teguran dari pihak tertentu tapi karena masih mengurusi masalah dalam negeri.
"Tidak ada teguran. Ini lebih dari kesadaran anggota. Lagi pula wacana itu belum diplenokan," tandas Artha.
Sebelumnya, anggota KPU Endang Sulastri menyatakan, KPU membatalkan kunjungannya ke 14 negara. Alasannya, KPU masih menjajaki kemungkinan mendatangkan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) ke Indonesia.
14 Kota di 14 negara yang rencananya akan dikunjungi adalah Kuala Lumpur (9-12 September), Beijing (13-16 September), Manila (16-19 September), New Delhi (20-23 September), Sidney (22-25 September), Cape Town (26-29 September), Cairo (5-8 Oktober), Jeddah (9-12 Oktober), Moskow (12-15 Oktober), Den Haag (16-19 Oktober), Paris (19-22 Oktober), Madrid (23-26 Oktober), New York (27-30 Oktober), dan Havana (31 Oktober-3 November).
(nik/nrl)











































