Rusia Akan Tarik Pasukannya dari Georgia dalam 1 Bulan

Rusia Akan Tarik Pasukannya dari Georgia dalam 1 Bulan

- detikNews
Selasa, 09 Sep 2008 02:28 WIB
Rusia Akan Tarik Pasukannya dari Georgia dalam 1 Bulan
Meindorf Castle - Setelah terlibat perundingan selama empat jam dengan delegasi dari Uni Eropa dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, akhirnya Rusia sepakat menarik pasukannya dari Georgia dalam satu bulan. Meski demikian, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (8/9/2008), Rusia tidak berjanji untuk mundur dari dua wilayah yang telah memisahkan diri dari Georgia, yakni Ossetia Selatan dan Abkhazia.

"Jika ini benar-benar terjadi sebagaimana yang kita usulkan...itu artinya konflik yang bisa membawa dapak jauh lebih buruk bagi manusia akan berhenti dalam satu bulan. Maksud saya, senjata akan berhenti bicara," kata Nicolas Sarkozy dalam jumpa pers di Meiendorf Castle, Russia, Senin (8/9/2008).

Menurut Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Rusia tidak akan menarik keputusannya untuk mengakui Ossetia Selatan dan Abkhazia sebagai negara merdeka, lepas dari Georgia.

"Bagi kami persoalan ini sudah selesai. Dari sudut pandang hukum internasional, bagi kami dua negara independen telah muncul," kata Medvedev yang didampingi Sarkozy.

Selain itu dia juga mengatakan, Rusia telah menyiapkan perjanjian kerja sama dengan Ossetia Selatan dan Abkhazia, termasuk bantuan militer.

"Tidak seorangpun boleh meragukannya," tegas Medvedev.

Seperti diketahui, Rusia mengirimkan pasukannya ke pedalaman Georgia pada 10 Agustus lalu dan melancarkan perang selama lima hari. Itu bermula ketika Georgia mencoba menguasai kembali daerah Ossetia Selatan dengan kekerasan. Daerah tersebut telah memisahkan diri dari Georgia pada tahun 1992, tak lama setelah Uni Soviet runtuh. (sho/sho)


Berita Terkait