"Kita itu mengadu-ngadu ke KPU se-Indonesia. Kita sudah tahu maksudnya Muhaimin Iskandar, dan di baliknya ada Andi Matalatta," kata Gus Dur di kantornya di Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (8/9/2008).
Hal itu disampaikan mantan presiden RI itu, ketika pihak KPU tidak mau menerima kunjungan kubunya. Dan bila dia KPU berkeras, apalagi menolak daftar caleg yang diajukan, maka dia akan bersikap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Dur pun menuduh bila seluruh keputusan yang diambil KPU juga dibekingi Andi Matalatta. "Kinerja KPU ketahuan belangnya, apa lagi yang minta Andi Matalatta. Kalau di sana memaksakan kehendak, kita terpaksa bertindak sendiri. Pemerintah lalai dalam tugasnya yang paling penting memberantas korupsi, mana mungkin dalam demokrasi ada korupsi," tandasnya. (ndr/iy)











































