"Saya telah menerima dukungan antusias dari para kolega saya," kata Koike pada konferensi pers di Tokyo, Jepang seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (8/9/2008).
"Untuk memecahkan kebuntuan yang dihadapi masyarakat Jepang, saya yakin negara juga bisa memiliki kandidat wanita," kata mantan penyiar televisi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koike diperkirakan akan bersaing ketat dengan Taro Aso (67), mantan menteri luar negeri. Aso telah empat kali ini mencalonkan dirinya menjadi PM Jepang.
Dikatakan Koike, kata kunci untuk kampanyenya adalah "reformasi". Ini bertolak belakang dengan Aso, yang mendukung pengeluaran pemerintah untuk meningkatkan perekonomian meski utang publik membengkak.
Koike yang fasih berbahasa Inggris dan Arab itu pernah menjabat menteri pertahanan dan menteri lingkungan hidup. Wanita cantik itu merupakan pakar kebijakan luar negeri.
Koike lahir di Ashiya, Hyogo, Kobe dan mendapatkan gelar sosiologi dari Universitas Kairo, Mesir. Lalu dia menjadi penerjemah bahasa Arab, menjadi penyiar TV lantas memasuki politik. (ita/iy)











































