Ketua PPP: Buktikan Kalau Ada Suap Miliaran

Ketua PPP: Buktikan Kalau Ada Suap Miliaran

- detikNews
Senin, 08 Sep 2008 15:09 WIB
Ketua PPP: Buktikan Kalau Ada Suap Miliaran
Jakarta - Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saefuddin menilai tudingan fungsionaris DPP PPP Bahrudin Dahlan mengenai adanya uang pelicin miliaran rupiah bagi yang ingin mendapatkan nomor urut jadi hanya fitnah belaka. Jika memang benar tuduhan itu, Lukman menantang Bahrudin membuktikan secara langsung.

"Itu tuduhan yang tidak berdasar. Tuduhan orang kecewa. Kalau memang ada, buktikan siapa orangnya. tunjuk saja. Biar tidak menjadi fitnah," kata Lukman pada detikcom, Senin ( 8/9/2008).

Menurut Ketua FPPP ini, sebagai kader yang baik, jika menemukan adanya kecurangan di partai harusnya disampaikan pada pengurus DPP sambil memberikan bukti-bukti yang kuat. Bukan diumbar ke media dengan harapan mendapat simpati dan merusak partai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau memang dia itu kader yang baik harusnya disampaikan temuan tersebut ke pengurus. Berikan buktinya. Kita pasti akan tindak lanjuti. Bukan dengan berbicara di media," kata Lukman.

Terkait banyaknya kekecewaan dari kader-kader dan pengurus PPP lainnya, Lukman menilai sebagai suatu yang wajar dalam berpolitik. Semua yang dilakukan oleh DPP dan ketua Umum PPP Suryadharma Ali untuk membesarkan dan memenangkan PPP dalam Pemilu 2009.

"Nggak benar kita membuang mereka (Endin J Soefihara dan Arief Mudatsir). Kalau dibuang nggak dicalonkan lagi itu dibuang namanya. Kalau dicalonkan ya berarti masih kita hargai beliau beliau itu. Kalau dari situ masih ada yang kecewa ya wajar saja. Kan memang keputusan itu selalu ada yang senang dan ada yang kecewa," pungkas Lukman.

Sebelumnya diberitakan, anggota bidang Hukum dan HAM DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bahrudin Dahlan memutuskan untuk mengundurkan diri dari calon anggota legislatif (caleg) PPP. Alasannya ia kecewa dengan budaya partai yang meminta setoran Rp 2 miliar untuk mendapatkan nomor urut jadi caleg.

(yid/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads