"Hari ini kami akan membahas mengenai opsi-opsi," kata Ketua KPU Abdul Hafidz Anshari di sela-sela rapat pimpinan KPU di Hotel Sahid, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (8/9/2008).
Hafidz mengatakan, opsi pertama yakni opsi alat untuk mencontreng. Alat yang digunakan yakni pulpen dan stabilo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, menurut Hafidz warna tersebut masih bermasalah. Karena ada partai yang menggunakan warna yang sama dengan opsi tersebut.
Kenapa nggak warna hitam? "Ada juga yang mengusulkan warna hitam, tapi kalau dibuka pada saat penghitungan akan sulit terlihat," jawabnya.
Opsi kedua, lanjut Hafidz, yakni membahas soal jenis kertas. Kemungkinan ada dua jenis kertas yaitu HVS dan koran.
"Kita cari di antara kedua ini, mana yang sesuai dengan alat bukti. Nanti jenis kertasnya disesuaikan dengan alat mencontreng," imbuhnya.
KPU sudah menyepakati proses penandaan itu dengan tanda menggunakan tanda check list V. "Namun ini masih juga dibahas mengenai keabsahannya. Ada opsinya silang, bulat, garis mendatar (-), dan V," tuturnya.
Mengenai anggaran, tidak akan naik bahkan sampai membengkak. "Karena anggaran itu bisa diutak-atik," tukasnya.
Rapat ini akan berlangsung 3 hari tertanggal 8 September hingga 10 September 2008 mulai pukul 10.00 WIB-16.00 WIB.
(gus/nrl)











































