Saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya di Madiun, Senin (8/9/2008) Imron menjelaskan bahwa hasil panen padi Super Toy HL2 di wilayahnya cukup bagus melebihi target yakni 7 – 8 ton per per hektar.
"Padi saya tidak gagal panen di Madiun, itu hanya isu yang ingin menjatuhkan seseorang dalam politik," jelas Imron dengan lantang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hasil masa panen kedua ini sedikit mengalami penurunan masih dalam batas kewajaran karena musim kemarau sehingga kurangnya pengairan.
Di wilayah Madiun ada sekitar 30 hektar tanaman padi Super Toy yang dikembangkan oleh 51 petani di wilayah Mlilir, Kebonsari, Balerejo serta beberapa wilayah lainnya.
Sementara itu dari data yang ada bahwa di Jatim ada 340 petani yang mengembangkan 200 hektar padi Super Toy dengan jumlah terbanyak Madiun mencapai 30 hektar ditanam oleh 51 petani.
Sementara itu dari pantauan detiksurabaya.com, sebagian petani padi Super Toy yang ada di Desa Mlilir terpaksa membabati padi untuk pakan ternak dan mengganti dengan tanaman padi lokal. Penyebabnya, selain rumitnya perawatan Super Toy juga musim kemarau yang sulit mendapat air irigasi. (nrl/nrl)










































