"Sore ini saya ambil berkas pendaftaran caleg PPP di KPU. Saya keluar karena kasus suap dalam nomor urut," kata Bahrudin kepada detikcom per telepon, Senin (8/9/2008).
Ia mengaku sebenarnya tidak mempermasalahkan setoran uang untuk mendapatkan nomor urut. Ia sendiri sudah menyiapkan uang Rp 1 miliar. Namun ia kecewa karena ternyata setoran tersebut bersifat tertutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain suap dalam pendaftaran caleg, Bahrudin juga kecewa dengan kentalnya nepotisme di partai berlambang Ka'bah ini. Menurut pria asal Pemalang, Jawa Tengah ini, hanya orang-orang yang dekat dengan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali saja yang bisa mendapatkan posisi bagus dalam PPP.
"Kader PPP saat ini kecewa terhadap Surya Dharma Ali. Dahulu PPP sangat kental dengan Nahdhalatul Ulama (NU) dalam arti yang sebenarnya. Namun kini ketua umumnya telah mengubah NU menjadi nilai uang," kata Bahrudin.
Tidak hanya mundur dari pencalegan, Bahrudin juga akan keluar dari PPP. Surat pengunduran diri dari PPP akan secepatnya ia kirim.
(ron/iy)










































