"Sebenarnya tidak ada kekerasan dan penyekapan," ujar Jubir Deplu Teuku Faizasyah kepada detikcom, Minggu malam (7/9/2008).
Faizasyah menerangkan pada Minggu pagi tadi ada acara Indonesian Day di Gedung Queen Elizabeth, Hong Kong. Acara yang merupakan rangkaian peringatah HUT ke-63 RI ini dihadiri sekitar 3.000 TKI. Hadir dalam acara itu Menakertrans Erman Suparno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak penyelenggara pun sudah menyediakan tempat khusus bagi para pengunjuk rasa di luar gedung. Rangkaian acara ini mulanya berlangsung dengan tertib.
"Saat acara berlangsung tiba-tiba 4 orang penyusup masuk ke dalam gedung, mereka menggelar spanduk," jelasnya.
Faizasyah menjelaskan pihak keamanan sudah meminta secara baik-baik agar mereka keluar, tetapi para pengunjuk rasa tersebut menolak. Akhirnya petugas keamanan menyeret mereka keluar.
"Mungkin dalam proses itu ada yang terjatuh, atau ada yang terdorong. Tetapi tidak ada pemukulan apalagi pelecehan seksual," jelasnya.
Faizasyah pun menjelaskan jumlah orang yang diseret keluar hanya 6 orang. 4 orang yang menyusup masuk dan 2 orang di dalam yang ikut-ikutan aksi tersebut.
"Ini laporan yang saya terima," pungkasnya.
Sebelumnya Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) menjelaskan 9 perempuan buruh migran Indonesia digebuki petugas keamanan Konjen RI di Hong Kong. Gara-garanya, mereka menggelar spanduk 'Stop Underpayment' saat Menakertrans Erman Suparno bertemu buruh migran di Gedung Queen Elizabeth, Hong Kong.
(rdf/mei)










































