Junta Militer Bantah Suu Kyi Mogok Makan

Junta Militer Bantah Suu Kyi Mogok Makan

- detikNews
Minggu, 07 Sep 2008 18:01 WIB
Naypyidaw - Kepala Polisi Myanmar Khin Yee membantah bahwa tokoh oposisi Aung San Suu Kyi mogok makan. Hal ini berkebalikan dengan keterangan dari kalangan oposisi yang menyebutkan bahwa Suu Kyi telah mogok makan selama tiga minggu.

Khin Yee mengatakan pada wartawan bahwa seorang pengacara dan dokter telah mengunjungi pemenang Nobel Perdamaian yang telah dikenai tahanan rumah selama 19 tahun tersebut.

"Kami mengizinkan pengacara U Kyi Win untuk mengunjungi Daw Suu Kyi tiga kali sesuai dengan permintannya. Demikian pula dengan dokter Tin Myo Win untuk pemeriksaan rutin," ungkap Khee Yin dalam sebuah konferensi pers seperti dilansir AFP, Minggu (7/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasar laporan dari mereka, kami tak mendengar berita bahwa Daw Suu Kyi mogok mahan di rumahnya," ungkapnya.

Tokoh oposisi berusia 63 tahun itu menerima makanan harian dari junta militer dan tak memiliki akses terhadap sumber lain.

Keterangan dari kepala polisi Myanmar tersebut dibantah oleh partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Menurut NLD, Suu Kyi telah berulang kali menolak kiriman makanan dari junta ndamun tak mengklaim sedang melakukan mogok makan.

Dalam pernyataannya, NLD mengungkapkan bahwa tujuan Suu Kyi adalah menarik perhatian khalayak akan buruknya perlakuan yang ia terima dan pembantu-pembantunya terima. Menurut NLD, salah seorang pembantu Suu Kyi bahkan telah dilarikan ke rumah sakit Jumat (06/09/2008) menyusul sakit pada ginjalnya.

Sebagaimana diketahui, oleh pemerintah junta militer yang berkuasa, Aung San Suu Kyi amat dibatasi gerak geriknya. Meski demikian, dalam beberapa minggu terakhir, ia diperbolehkan menerima sejumlah tamu, termasuk pengacara dan dokternya. (nrl/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads