PM Samak Tak Takut Dikudeta, Nekat ke Sidang Umum PBB

PM Samak Tak Takut Dikudeta, Nekat ke Sidang Umum PBB

- detikNews
Minggu, 07 Sep 2008 11:52 WIB
PM Samak Tak Takut Dikudeta, Nekat ke Sidang Umum PBB
Bangkok - Tampaknya Perdana Menteri Thailand Samak Sundaravej tidak mengenal kata kapok. Samak, yang kini tengah diprotes besar-besaran di Thailand tetap akan pergi ke Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York akhir September. Samak mengatakan bahwa ia tidak takut dikudeta di tengah kepergiannya ke New York.

Sebelumnya, perdana menteri sebelum Samak, Thaksin Shinawatra, digulingkan oleh kudeta militer tak berdarah oleh militer ketika sedang menghadiri Sidang Umum PBB tahun 2006 lalu.

"Saya akan tetap berbicara di depan Sidang Umum, meskipun Thaksin (Shinawatra) usai pergi kes ana tidak dapat kembali," jelas PM Samak dalam siaran televisi mingguannya.
"Saya masih dapat mengendalikan situasi," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Samak saat ini masih menghadapi kampanye yang telah berlangsung selama tiga bulan yang bertujuan mendepaknya dari kursi PM. Bahkan, ribuan aktivis anti-pemerintah juga masih menduduki kantornya dan mengancam tidak akan pergi hingga Samak mundur.

Meski Samak telah menawarkan referendum, namun aktivis dari Aliansi Rakyat Untuk Demokrasi (PAD) menolak mentah-mentah tawaran tersebut.

"Kepala Militer telah mengatakan bahwa (kudeta) tidak perlu dilakukan," imbuh Samak, menanggapi beredarnya rumor bahwa ia akan segera dikudeta militer seperti pendahulunya. Sebagaimana diketahui, di Thailand aksi kudeta oleh militer merupakan hal yang lazim terjadi. Tercatat, Thailand telah mengalami 24 kali kudeta semenjak berakhirnya kekuasaan monarki absolut tahun 1932.

Hari Sabtu (6/9/2008), Panglima Tertinggi Militer Boonsrang Niumpradit mengatakan bahwa para panglima militer telah bertemu untuk membahas masalah ini, dan tak ada satu pun yang berpikiran untuk mengintervensi.

Meski demikian, Boonsrang mengisyaratkan, "Bila keadaan terus seperti ini dan rakyat terus meneriakkan (militer) untuk kudeta, saya tak bisa memastikan apa yang akan terjadi."

(nrl/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads