Sebelumnya, perdana menteri sebelum Samak, Thaksin Shinawatra, digulingkan oleh kudeta militer tak berdarah oleh militer ketika sedang menghadiri Sidang Umum PBB tahun 2006 lalu.
"Saya akan tetap berbicara di depan Sidang Umum, meskipun Thaksin (Shinawatra) usai pergi kes ana tidak dapat kembali," jelas PM Samak dalam siaran televisi mingguannya.
"Saya masih dapat mengendalikan situasi," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski Samak telah menawarkan referendum, namun aktivis dari Aliansi Rakyat Untuk Demokrasi (PAD) menolak mentah-mentah tawaran tersebut.
"Kepala Militer telah mengatakan bahwa (kudeta) tidak perlu dilakukan," imbuh Samak, menanggapi beredarnya rumor bahwa ia akan segera dikudeta militer seperti pendahulunya. Sebagaimana diketahui, di Thailand aksi kudeta oleh militer merupakan hal yang lazim terjadi. Tercatat, Thailand telah mengalami 24 kali kudeta semenjak berakhirnya kekuasaan monarki absolut tahun 1932.
Hari Sabtu (6/9/2008), Panglima Tertinggi Militer Boonsrang Niumpradit mengatakan bahwa para panglima militer telah bertemu untuk membahas masalah ini, dan tak ada satu pun yang berpikiran untuk mengintervensi.
Meski demikian, Boonsrang mengisyaratkan, "Bila keadaan terus seperti ini dan rakyat terus meneriakkan (militer) untuk kudeta, saya tak bisa memastikan apa yang akan terjadi."
(nrl/nrl)











































