BPTP Yogyakarta: Hasil Panen Super Toy 7,3 Ton/Hektar

BPTP Yogyakarta: Hasil Panen Super Toy 7,3 Ton/Hektar

- detikNews
Sabtu, 06 Sep 2008 14:22 WIB
BPTP Yogyakarta: Hasil Panen Super Toy 7,3 Ton/Hektar
Yogyakarta - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta telah melakukan uji tanam padi Super Toy di Desa Muruh Kecamatan Gantiwarno, Klaten. Hasilnya hanya 7,3 ton/hektar. Padahal sebelumnya digembar-gemborkan padi jenis ini bisa menghasilkan 12 ton/hektar.

"Jumlah 7,3 ton/hektar itu masih normal. Kalau sudah lebih dari 12 ton/hektar berarti sudah tinggi sekali," kata Kepala BPTP Yogyakarta, Dr Subowo G, MS kepada detikcom melalui telepon, Sabtu (6/9/2008).

Menurut dia dari hasil percobaan di Muruh, Gantiwarno di bawah tim peneliti Rob Mujisihono di lahan milik Sumarno. Pada panen 30 Agustus 2008 produksi mencapai 7,3 ton per hektar gabah kering panen. Belum ada produksi yang melebihi dari jumlah itu.

"Masa tanamnya 150 hari dengan tinggi tanaman rata-rata 150 cm. Bibit yang ditanam itu juga sama dengan yang ada di Grabag, Purworejo," katanya.

Subowo mengaku sebagai peneliti pihaknya penasaran dengan kedatangan 2 orang staf Tuyung tanpa Tuyung Supriyadi ke kantor BPTP Yogyakarta pada pertengahan bulan Maret 2008. Mereka menyatakan telah menemukan padi kualitas tinggi Super Toy. Kepadanya, dua orang menyampaikan kelebihan Super Toy yang memproduksi lebih 12 ton per hektar setiap musim tanam dan tahan ratoon 2 kali dengan produksi tetap tinggi.

"Karena di Yogya sedang dicanangkan Jogya Seed Center (JSC) untuk menjadi pusat perbenihan, hal itu kita sambut positif. Kami pun kemudian melakukan riset di beberapa tempat untuk uji multi lokasi di DIY dan sekitarnya. Ini sangat penting karena karakteristik tiap-tiap daerah tanahnya berbeda-beda," katanya.

Dia menambahkan selain melakukan riset di Desa Grabag Purworejo dan Dusun Nglobang Desa Mlilir, pihaknya juga melakukan percobaan penanaman Super Toy di Klaten dan Bantul. Tujuannya untuk mengetahui kebenaran hal tersebut dan sebagai bahan laporan ke Balai Besar Pertanian dan Menteri Pertanian di Jakarta.

"Hasil riset kami mengenai Super Toy sudah diterima pak menteri sebelum presiden datang ke Purworejo baik riset di Grabag maupun Delopo," katanya.

(bgs/djo)


Berita Terkait