Sejak pukul 09.00 WIB, Jumat (5/9/2008), hampir seluruh pejabat di Kabupaten itu, mulai kepala dinas/kepala badan/lembaga, para asisten, sekda, dan wakil bupati berkumpul di Aula Setdakab di Kota Jantho. Kehadiran orang-orang penting di Aceh Besar itu, karena undangan dari Sekda HT Moch Dahlan atas permintaan Bupati Buchari Daud.
Kalangan pejabat di jajaran Pemkab Aceh Besar yang hadir itu, tanpa firasat, jika pertemuan itu adalah pertemuan mereka terakhir dengan Bupati Aceh Besar, Buchari Daud. Karena, pertemuan yang sudah lazim terjadi itu, para pejabat tadi mengira hanya sebatas rutinitas kedinasan yang diisi dengan berbagai pengarahan dari bupati seperti yang dilakukan selama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah membacakan surat pernyataan tertanggal 5 September 2008 tersebut, Buchari Daud langsung membubuhkan tandatangan di surat bermaterai 6000. Selanjutnya, Buchari langsung meninggalkan ruangan diikuti Wakil Bupati Anwar Ahmad .
Pengunduran diri yang dilakukan secara tiba-tiba ini, tentu membuat terperangah seluruh undangan yang hadir. Ketegangan dan wajah-wajah yang seakan tak percaya dengan apa yang baru saja didengar.
Saat itulah, Sekda Moch Dahlan langsung mengarahkan pejabat di jajarannya dan meminta, agar semuanya tetap tenang dan tidak menafsirkan macam-macam atas pengunduran diri Buchari Daud tersebut.
Pengunduran diri Buchari Daud masih meninggalkan tanda tanya. Karena, hingga saat ini, Buchari belum mau menjelaskan sebab kemunduran dirinya sebagai Bupati Aceh Besar. (djo/djo)











































