Seorang Bocah Tewas Terseret Arus

Banjir Sumut Semakin Meluas

Seorang Bocah Tewas Terseret Arus

- detikNews
Sabtu, 06 Sep 2008 03:10 WIB
Medan - Banjir yang melanda Sumatera Utara (Sumut) semakin meluas. Banjir yang telah melanda empat wilayah, yakni Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Batubara dan Mandailing Natal ini bahkan menyebabkan seorang bocah tewas.
ย 
Berdasarkan keterangan yang dihimpun detikcom, bocah berusia 10 tahun itu bernama Ramadhani, warga Jl Antara, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Saat kejadian Jumat (5/9/2008) pagi, pelajar kelas IV SD ini sedang bermain air bersama kawan-kawannya tak jauh dari tepian Sungai Batu Gingging. Korban terseret arus dan baru ditemukan setelah hanyut selama dua jam.

Banjir di Kabupaten Deli Serdang menyebabkan tergenangnya rumah-rumah penduduk dan bangunan pemerintahan yang berada di Kecamatan Galang, Beringin dan Kecamatan Lubuk Pakam.

Ketinggian air yang mencapai 50 sentimeter di beberapa tempat, menyebabkan sebagian warga mengungsi ke rumah sanak-saudaranya. Mereka khawatir genangan air yang bersumber dari Sungai Buaya dan Sungai Galang semakin tinggi sebab hujan masih terus turun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabupaten Serdang Bedagai yang bertetangga dengan Kabupaten Deli Serdang juga terkena imbas banjir tersebut. Sejumlah warga yang bermukim di Kecamatan Perbaungan juga sudah mulai mengungsi karena khawatir banjir semakin meluas.

Di Kabupaten Batubara, banjir yang terjadi sejak Kamis 4 September 2008 bahkan belum juga surut. Sejumlah warga yang berada di Kecamatan Lima Puluh memutuskan untuk mengungsi.

Sejauh ini, dilaporkan sudah 247 keluarga yang mengungsi. Mereka umumnya berasal dari Desa Simpang Gambus, Kebun Tanah Gambus, Tanah Itam Ilir dan Gambus Laut. Jumlah pengungsian diperkirakan semakin meningkat karena luapan air semakin tinggi.

Banjir juga melanda beberapa desa di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Dua desa yang termasuk kondisinya cukup parah terendam air, yakni Desa Hutagodang Muda dan Desa Muara Batang Angkola. Kedua desa ini berdekatan dengan Sungai Batang Gadis. Ratusan rumah terendam, dan sebagian besar warga kedua desa sudah mengungsi.

โ€œBanjir di desa ini biasanya terjadi tujuh kali dalam setahun. Tetapi belakangan makin sering sebab hutan sudah gundul,โ€ kata Aswanuddin, Kepala Desa Muara Batang Angkola. (rul/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads