"Pemerintah dalam hal ini Presiden SBY harus memberikan ganti rugi Kepada para petani. Pemerintah harus bertanggung jawab," kata Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo pada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/9/2008).
Selain bertanggung jawab, Tjahjo meminta Presiden SBY yang telah mengkampanyekan benih padi Super Toy meminta maaf pada para petani yang dirugikan dan rakyat secara keseluruhan. Kejadian ini harus dijadikan pelajaran terakhir agar kesalahan yang diakibatkan informasi salah tidak terulang lagi di lingkungan Istana Kepresidenan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya sebelum diberikan pada petani sudah ada jaminan dari pemerintah melalui Menteri Pertanian. Jangan petani yang dikorbankan," kritik Tjahjo.
Tjahjo meminta Presiden SBY berhati-hati mengenai informai dari para pembantunya agar Presiden sebagai simbol negara dan pemerintahan tidak dipermalukann di mata internasional akibat kekonyolan-kekonyolan yang seharusnya tidak perlu terjadi.
"Kasus blue energy yang tidak jelas, bagaimana tindak lanjutnya? Jangan sampai negara ini dipermalukan dunia karena temuan-temuan yang tidak jelas tapi sudah mendapatkan dukungan presiden," pinta Tjahjo.
Tjahjo meminta para pembantu Presiden SBY ikut bertanggung jawab segera menyelesaikan masalah padi Super Yoy agar tidak berlarurt-larut. Selain itu, para menteri harus mengambil kebijakan yang cepat agar para petani yang menjadi korban tidak tambah dirugikan.
"Para menteri juga jangan diam saja. Harusnya ikut bertanggung jawab, jangan sampai rakyat yang dikorbankan terus," pungkas Tjahjo
(yid/nrl)











































