Ditemui wartawan seusai salat Jumat di Masjid Nurul Huda kompleks Mapolda Jatim, Jumat (5/9/2008), Kapolda malah memotong pertanyaan wartawan tentang kasus tersebut.
"Itu nanti Kadiv Humas yang menjelaskannya," ujar Irjen Pol Herman S Sumawiredja.
Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai perkembangan kasus Ryan, Herman meminta wartawan untuk menanyakan kasus itu langsung ke Mabes Polri. "Nanti tanya saja sama Kadiv Humas,"cetusnya.
Sebelumnya, Polda Jatim telah menangani kasus pembunuhan 10 korban yang dilakukan Ryan. Dari 10 jasad yang ditemukan di sekitar rumah Ryan, 9 jasad korban telah teridentifikasi, dan satu jasad tercata sebagai Mr X.
Namun, setelah dilakukan tes DNA oleh Labfor Mabes Polri, jasad Mr X itu identik dengan Asrori. Padahal, mayat Asrori sendiri ditemukan Polres Jombang di kebun tebu, dan telah menyeret tiga tersangka ke meja hijau sebagai pelaku pembunuhnya.
Belakang polisi malah mensinyalir ada dua Asrori. Asrori yang mayatnya ditemukan di kebun tebu di Jombang dikenal juga sebagai Aldo. Sementara berdasarkan pengakuan Ryan, Asrori yang dibunuhnya dikenal juga sebagai Luki. (bdh/djo)











































