Mensesneg: Super Toy Jangan Dipolitisir

Mensesneg: Super Toy Jangan Dipolitisir

- detikNews
Jumat, 05 Sep 2008 14:08 WIB
Jakarta - Padi Super Toy yang sempat dipanen Presiden SBY 17 April lalu ternyata memicu kemarahan petani karena pada panen kedua isinya kopong. Mensesneg Hatta Rajasa menyangkal keterlibatan SBY dalam proyek itu.

"Jangan dipolitisir. Kita sudah punya ratusan varietas. Tapi yang segelintir hektare kok sudah seperti membuat kiamat republik ini," ujar Hatta di kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (5/9/2008).

Menurut Hatta, pidato SBY pada saat panen raya tersebut dengan jelas mengatakan, kalau memang sudah terbukti punya keunggulan, maka bibit padi tersebut harus disertifikasi dan kemudian disebarkan. "Jadi ini bukan sesuatu yang tiba-tiba," kata Hatta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditanya tentang keterlibatan staf khusus Presiden SBY bidang otonomi daerah dan Pemda, Heru Lelono, Hatta menilai harus dilihat dari segi lainnya.

"Jangan dilihat itunya (keterlibatan Heru Lelono). Dia bisa saja menjembatani, tapi pada intinya ini kan undangan dan masuk ke dalam sistem yaitu Deptan dalam hal ini Mentan. Coba tanya statement Mentan, kan jelas," pinta Hatta.

Presiden SBY, menurut Hatta, tidak harus memberi klarifikasi terkait dengan masalah ini. "Penjelasan saya kan sudah jelas tadi. Presiden diundang Bupati (Bupati Purworejo-red) untuk melakukan panen padi penelitian," pungkasnya. (anw/nrl)



Berita Terkait