Hal itu diungkapkan salah seorang peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta, Rob Muji Sihono kepada wartawan di kantor Maguwoharjo, Sleman, Jumat (5/9/2008).Β "Kalau dilihat dari bentuknya saat kita lakukan penelitian, Super Toy itu identik dengan Rojolele. Itu bukan varietas unggul baru tapi termasuk padi unggul lokal," kata Rob.
Menurut dia, dari bentuk fisiknya seperti tinggi batang lebih dari 130 cm, panjang malai, bentuk buahnya serta ada bulunya itu jelas jenis padi Rojolele. Umur tanaman antara Super Toy dengan Rojolele juga sama sekitar 150 hari. Padi Rojolele yang termasuk jenis lama ini juga telah diputihkan oleh pemerintah pada tahun 2003.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mengalami perubahan warna batang itu wajar dan biasa. Ciri fisik Rojolele itu ada noda putih di bagian perut. Jelas bukan jenis baru," kata Rob didampingi Kepala BPTP, Dr Subowo, MS.
Rob mengatakan pihaknya telah melakukan penelitian di lapangan tempat Super Toy ditanam, antara lain di Grabag Kabupaten Purworejo dan di Delopo, Madiun. Di Grabag, tinggi batang padi ada yang mencapai 188 cm atau setinggi badan manusia dengan rumpun antara 8-13 batang atau rata-rata 11 batang, pasti akan roboh bila terkena tiupan angin kencang. Sedang di Bantul dan Klaten, rata-rata tinggi batang 131 dan 133 cm. "Batang padi juga tidak dapat menahan malai yang panjang," pungkas dia. (bgs/asy)











































