"Kami sudah ada arahan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adu domba dan suasana keruh," kata Kepala Balai Penelitian Padi Deptan Hasil Sembiring kepada detikcom, Jumat (5/9/2008).
Dengan alasan sudah mendapat arahan itu, Hasil lebih banyak menjawab pertanyaan detikcom dengan jawaban tidak tahu dan no comment. Misalnya saat ditanyakan siapa yang memperkenalkan Super Toy ke Deptan, Hasil menjawab tidak tahu.
Dia juga tidak tahu salah satu keunggulan Super Toy yakni setelah panen hanya ditebas saja akan tumbuh lagi. Padahal kehebatan Super Toy ini pernah dimuat di situs Dirjen Tanaman Pangan Deptan. "Saya nggak tahu. Saya harus bicara sesuai data otentik," kata Hasil.
Saat ditanya apakah ada anjuran kepada pemerintah atau masyarakat menyikapi promosi bibit unggul agar tidak tertipu, lagi-lagi Hasil menolak menjawab. "Saya no comment. Kan sudah ada prosedurnya," kata Hasil tanpa menjelaskan prosedur yang dimaksud.
Padi Supertoy HL-2 yang dipromosikan SBY diprotes ratusan petani Purworejo, Jawa Tengah. Karena hasil panen kedua gagal, Rabu 3 September 2008, petani membakar padi yang diproduksi PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) milik staf khusus SBY, Heru Lelono.
(nik/iy)











































