"Justru orang akan menduga yang tidak-tidak. Kalau maksudnya untuk memperbaiki citra, itu justru kontraproduktif," kata pengamat politik dari LIPI, Dr Lili Romli, pada detikcom, Jumat (5/9/2008).
Lili menebak, ada dua kemungkinan alasan PDIP memberhentikan Agus. Pertama, untuk mendisiplinkan partai karena Agus telah melakukan tindakan indisipliner.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Lili meragukan alasan pertama ini.
"Kalau alasannya itu seharusnya teman-teman PDIP yang lain yang disebut Agus juga diungkap," ujarnya.
Karena itu, Lili lebih condong menduga alasan pemberhentian Agus adalah yang kedua, yakni karena Agus telah merusak citra partai yang saat ini sedang naik daun.
"Lebih besar kemungkinannya ini karena teman-teman yang lain tetap melengang," paparnya.
Lebih jauh Lili menilai pemberhentian Agus merupakan bentuk ketidakadilan karena Agus telah mengungkapkan sebuah kebenaran.
"Itu suatu ketidakadilan karena dia menunjukkan kebenaran. Di Indonesia, orang yang jadi pelopor kebenaran selalu jadi korban," kata Lili.
Dengan tradisi semacam ini, menurutnya, tidak heran jika pemberantasan korupsi di Indonesia tidak akan jalan. (sho/nrl)











































