Susahnya Mencari Petasan di Kampung Mercon

Susahnya Mencari Petasan di Kampung Mercon

- detikNews
Kamis, 04 Sep 2008 15:31 WIB
Susahnya Mencari Petasan di Kampung Mercon
Jakarta - Bisnis membuat mercon dilakoni warga Kampung Duren Seribu, Parung, Bogor, Jawa Barat, secara turun menurun. Namun pusat pembuatan mercon kini telah digulung habis oleh polisi setelah marak isu bom tahun 2000.

Kampung Duren Seribu, Parung, Bogor dikenal dengan sebutan Kampung Mercon. Kampung itu sejuk penuh dengan pepohonan nan rindang. Jarak antar rumah penduduk pun masih berjauhan. Beberapa orang tua tampak lenyeh-lenyeh (bersantai) di baranda teras mereka.

"Wah...susah nyari petasan di sini. Kita sudah nggak bikin lagi kan sudah dilarang," kata Siti (56) kepada detikcom, Kamis (4/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siti menceritakan, pamannya pernah masuk bui gara-gara membuat mercon. Saat itu, kata Siti, ada razia besar-besaran tahun 2000.

"Dia sempat masuk penjara 10 hari. Terus disuruh nebus Rp 2,5 juta ke polisi," kata perempuan yang mulai memutih rambutnya itu.

Sutarman (61) mengaku bisnis membuat mercon sudah dijalani keluarga besarnya sejak tahun 1970.

"Kita membuat mercon dari 3 bulan sebelum puasa hingga bulan puasa. Jadi kalau bulan puasa tinggal menjual," ujar kakek yang ditemani cucu perempuannya.

Sutarman membuat mercon di rumahnya hingga menghabiskan kertas ratusan kilogram. "Itu sih bisnis turun temurun dari zaman dulu. Hasilnya lumayan bisa buat lebaran," ujar Sutarman di warung miliknya.

Kini, Kampung Mercon senyap dari aktivitas membuat petasan di bulan Ramadan. Namun demikian, beberapa warga mengaku masih menerima order petasan untuk acara hajatan dan pernikahan.

"Ya kala ada order kami bikin. Tapi itu juga harus hati-hati," kata seorang warga yang tidak mau disebut namanya itu. (asp/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads