Penilaian ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Fadli Zon saat berbincang dengan detikcom via telepon,Β Kamis (4/9/2008).
Menurut Fadli, seharusnya pemerintah jangan terlalu cepat percaya kepada program instan untuk menanggulangi krisis energi dan pangan yang ditawarkan oleh pihak swasta. Sebab bila penanggulangan krisis energi dan pangan melalui program instan biasanya menuai hasil yang kurang memuaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli menilai Supertoy yang panen pertamanya dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu itu merupakan produk instan dan gagal.
Fadli menegaskan pemerintah telah beberapa kali melakukan kesalahan yang sama dengan mempercayai program instan antara lain blue energy dari sektor energi dan kasus pupuk Saputra. Bahkan pada waktu itu Presiden SBY mengatakan pupuk Saputra adalah pupuk yang terbaik dan berhak mendapatkan hadiah Nobel.
"Kerugian petani di desa Grabag, kecamatan Grabag kabupaten Purworejo sepenuhnya kesalahan pemerintah. Seharusnya pemerintah mengubah kinerja buruknya," kata Fadli. (ron/iy)











































