Keduanya memberikan keterangan dalam jumpa pers di sebuah kantor di Jalan Lamandau no 9, Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2008). Dalam jumpa pers itu, Roesmanhadi dan Pieter juga didampingi salah seorang peserta Konvoi JMP, Fredi Soemitro.
Kesaksian Roesmanhadi:
Waktu itu saya berada di rombongan VIP. Di belakang Pak Sophan (almarhum), ada Pak Pieter. Saya berada di belakang Pak Pieter. Saat kejadian, saya hanya melihat pas turun jembatan, ada belokan, terus ada lubang sedalam 20 cm. Pada saat kejadian, kita tidak tahu soalnya pas disurvei oleh tim, di situ ada lubang, tapi gak kelihatan karena tertutup jembatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesaksian Pieter Watimena:
Saat konvoi, kondisi kendaraan bermotor dalam kondisi zigzag. Saya melihat persis apa yang terjadi saat almarhum jatuh, karena saya persis di belakang almarhum. Saya tidak melihat jalanan itu rusak. Saya hanya melihat pas tikungan turun ke bawah, almarhum sempat mempertahankan kestabilan motornya sebelum jatuh. Ban depan motor almarhum masuk lubang.
Secara otomatis, saat itu saya mengerem motor saya dan saya juga jatuh. Waktu itu kira-kira kecepatan motor saya 60 km/jam. Saya tidak menabrak kendaraan almarhum. Saya siap dimintai keterangan. Beliau sahabat saya. Saya sangat kehilangan. (asy/gah)











































