"Sejak awal kejadian, kita sudah serahkan kepada kepolisian. Saya minta polisi bertindak profesional tanpa melihat (jabatan) saya," jelas Roesmanhadi kepada wartawan dalam jumpa pers di sebuah kantor di Jalan Lamandau no 9, Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2008). Dalam jumpa pers, Roesmanhadi didampingi Pieter dan Fredi Soemitro, peserta Konvoi Jalur Merah Putih (JMP) 17 Mei 2008 lalu.
Dalam jumpa pers ini, Roesmanhadi, Pieter dan Fredi menjelaskan kejadian yang menimpa Sophan. "Saya berharap kalau ada bukti baru, jangan melapor ke mana-mana, selain ke polisi.Β Saya dan Pak Pieter sanggup diambil keterangan," kata Roesmanhadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus kematian Sophan Sophiaan kembali muncul ke permukaan setelah istrinya, Widyawati, mengungkapkan kekecewaannya karena ada pihak yang tidak jujur dengan kronologi kematian suaminya. Menurut Widyawati, ada yang menabrak suaminya saat kecelakaan di Ngawi 17 Mei silam itu. (asy/gah)











































