Detail serangan pada Rabu, 3 September itu simpang-siur. Namun dalam aturan militer AS, pasukan AS bisa mengejar para militan di Afghanistan hingga menyeberang ke wilayah Pakistan jika mereka diserang.
Namun juru bicara militer Pakistan, Mayjen Athar Abbas mengatakan, serangan AS itu terjadi tanpa adanya provokasi. Menurutnya, pasukan Pakistan yang saat itu berada di dekat lokasi tidak melihat ataupun mendengar adanya pengejaran militan oleh pasukan AS.
Dengan kata lain, AS masuk dan menyerbu ke wilayah Pakistan tanpa alasan yang jelas. Demikian seperti dilansir International Herald Tribune, Kamis (4/9/2008). Dikatakan Abbas, serangan ini merupakan serbuan pertama ke tanah air Pakistan oleh pasukan asing yang telah menggulingkan kekuasaan Taliban di Afghanistan.
Atas insiden itu, pemerintah Pakistan telah mengajukan protes kepada pemerintah AS dan perwakilan militernya di Islamabad.
Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut serangan AS itu "pelanggaran total wilayah Pakistan." Diingatkan kementerian, insiden itu bisa "merusak basis kerja sama dan mungkin membakar api kebencian dan kekerasan yang sedang kami usahakan untuk dipadamkan." (ita/iy)











































