IPDN Harus Ditamatkan Riwayatnya

detikPolling

IPDN Harus Ditamatkan Riwayatnya

- detikNews
Jumat, 27 Apr 2007 15:25 WIB
Jakarta - Berubah nama tak selalu bisa berubah citra. Dulu STPDN, kini IPDN. Dua nama itu sama-sama membawa citra kematian nan pedih. Hasil detikPolling menunjukkan lembaga pendidikan pencetak birokrat itu harus ditamatkan riwayatnya.Polling dibuka pada 13 April 2007. Pertanyaan yang muncul adalah, "Lagi-lagi nyawa praja junior IPDN melayang akibat aksi 'militerisasi' seniornya. Agar Cliff Muntu menjadi korban yang terakhir, sebaiknya IPDN diapakan?"Ada dua jawaban yang bisa dipilih, yakni "diperbaiki" dan "dibubarkan".Hasil polling hingga Jumat (27/4/2007) pukul 15.15 WIB, 21.084 suara telah masuk. Dari total responden, 18.972 suara (89,98%) memilih dibubarkan, hanya 2.112 suara (10,02%) memilih diperbaiki. Selisihnya 79,96 persen.Kisah pilu di IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, menimpa Madya Praja IPDN Cliff Muntu. Kontingen asal Sulawesi Utara ini tewas akibat 48 tindak kekerasan yang dilakukan 7 Nindya Praja yang kini menjadi tersangka dalam kasus tersebut.Cliff meregang nyawa pada 3 April 2007 dengan membawa erangan sakit akibat sejumlah pukulan dan hantaman para senior di tubuhnya.Sewaktu masih bernama STPDN, citra kematian mengerikan telah menimpa Praja Wahyu Hidayat. Juga akibat pukulan dan hantaman 10 seniornya yang kemudian menjadi terpidana.Nama STPDN kemudian diubah menjadi IPDN. Namun tiadalah guna. Pencabutan nyawa junior di tangan senior tetap terjadi. Caci maki agar IPDN ditutup pun menggema keras.IPDN tak lagi menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Sejumlah pelesetan kepanjangan IPDN berkembang sebagai bentuk protes dan makian.Institut Penganiayaan Dalam Negeri, Institut Pembantaian Dalam Negeri, Institut Pengkaderan Diktator Negara, Institut Paling Demen Ngeroyok, Ikatan Praja Doyan Nonjok, Inginnya Pendidikan Dapetnya Nisan, dan Ideologi Pejabat Durjana Negara.Meski demikian polling ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan opini para pembaca detikcom yang berpartisipasi dalam detikPolling. (sss/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads