detikNews
2019/11/19 15:36:01 WIB

Mediasi Gagal, Sidang Gugatan Kivlan Zen soal Pam Swakarsa Berlanjut

Yulida Medistiara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Mediasi Gagal, Sidang Gugatan Kivlan Zen soal Pam Swakarsa Berlanjut Foto: Sidang gugatan Kivlan Zen soal Pam Swakarsa
Jakarta - Gugatan perdata Mantan Kepala Staf Kostrad TNI Mayjen (Purn) Kivlan Zen terhadap Jaksa Agung dilanjutkan. Mediasi antara Kivlan dan Jaksa Agung selaku tergugat gagal.

"Mediasi sudah tapi nggak berhasil," kata pengacara Kivlan, Tonin Tachta, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019).

Sidang dilanjutkan dengan pembacaan gugatan, tetapi pihak Kivlan mengaku masih ada perbaikan berkas gugatan sehingga sidang ditunda dan akan kembali digelar Selasa (26/11). Tonin mengatakan, mediasi gagal karena pihak kejaksaan menolak proposal penawaran perdamaian yang dia ajukan.

Salah satu poin perdamaian yang dia ajukan misalnya meminta agar Jaksa Agung memproses kasus Wiranto yang disebut dalam dakwaan Rahardi Ramelan. Akan tetapi pihak kejaksaan tidak memenuhi permintaan tersebut.

"Kami bilang ya sudah bayar uang kami ya sudah kami cabut perkara, atau silakan jalankan terus penuntutan, kami cabut (gugatan). Kan dua kan, suruh bayar nggak mau, penuntutan nggak mau ya maunya jaksa apa kan aneh. Akhirnya gagal," kata Tonin.



"Ya dia berkawan lah. Pak Wiranto itu kan Menko Polhukam, Kejaksaan di bawahnya. bukan asumsi bukan gitu ceritanya. Ini kita lihat sekarang masih mau nggak dia jalan kalau dia nggak mau jalan ya terus kami akan mainkan skenario kedua lagi karena ini kan tetap harus orang koruptor kok tetap dibiarin, Rp 10 miliar," sambungnya.

Sebelumnya, Kivlan Zen mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Jaksa Agung dan turut tergugat mantan Panglima ABRI sekaligus eks Menko Polhukam, Wiranto. Kivlan meminta Jaksa Agung melakukan penyelidikan, penyidikan, dan/atau penuntutan terhadap Wiranto terkait pembentukan Pam Swakarsa pada 1998.

Menurut kuasa hukum Kivlan, Tonin Tachta, nama Wiranto telah disebutkan dalam dakwaan kesatu subsider dan kedua subsider sebagaimana menjadi isi dari surat putusan nomor 354/Pid.B/2002/PN.Jak-Sel atas nama mantan Kepala Bulog Rahardi Ramelan.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com