detikNews
2019/11/06 07:12:16 WIB

Beda Dengan Anies, Pengamat Tata Kota Minta Desain JPO Tetap Diberi Atap

Zunita Putri - detikNews
Halaman 1 dari 2
Beda Dengan Anies, Pengamat Tata Kota Minta Desain JPO Tetap Diberi Atap Foto JPO Sudirman Tak Beratap: Rengga Sancaya-detikcom
Jakarta - Pengamat tata kota ikut menyoroti kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang membongkar atap jembatan penyeberangan orang (JPO) di Sudirman, Jakarta. Mereka menilai desain JPO dengan atap terbuka tidak cocok untuk DKI Jakarta karena dinilai kurang memberi kenyamanan bagi warga DKI.

"JPO itu harus nyaman digunakan dalam situasi dan kondisi apapun. Jakarta punya dua faktor cuaca yang sangat mempengaruhi orang mau menggunakan JPO. Saat panas matahari terik, dan saat hujan turun. Sisi keindahan tanpa mengedepankan sisi kenyamanan, dan keamanan, tidak akan menghasilkan JPO yang benar-benar fungsional," ujar pengamat tata kota, Yayat Supriyatna saat dihubungi, Selasa (5/11/2019).



Menurut Yayat, dengan konsep atap terbuka itu bisa menimbulkan rasa malas bagi pejalan kaki untuk menggunakan JPO. Sebab, JPO tidak berfungsi sebagaimana mestinya seperti saat hujan bisa dipakai berteduh ataupun menghindari teriknya matahari saat menyeberang.

"Masyarakat kita sudah punya kebiasaan malas jalan kaki, apalagi saat JPO nya basah dan panas. Jadi, menurut saya tolong dipertimbangkan aspek-aspek fungsional lainnya. Salah satu yang menarik di Jakarta adalah JPO menjadi tempat berteduh saat turun hujan di Jakarta, maklum Jakarta minim tempat berteduh," katanya.

"Kalau orang lagi jalan tahu-tahu kehujanan. Mau di mana berteduhnya? Kalau panas, masih mau jalan kaki? Saya 30 (tahun) jalan kaki di Jakarta, sudah merasakan pahit getirnya jadi pejalan kaki," imbuhnya.


Waduh! Ujung JPO Ini Malah di Jalan Raya:



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com