detikNews
Rabu 18 September 2019, 14:19 WIB

Kasus Suap Izin Reklamasi, KPK Geledah Lagi 2 Lokasi di Kepri

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kasus Suap Izin Reklamasi, KPK Geledah Lagi 2 Lokasi di Kepri Ilustrasi gedung KPK. (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - KPK kembali melakukan penggeledahan di 2 lokasi di Kepulauan Riau (Kepri) terkait kasus suap terkait perizinan reklamasi dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun. KPK mengamankan sejumlah dokumen terkait anggaran organisasi perangkat daerah (OPD).

"Dari 2 lokasi tersebut diamankan sejumlah dokumen terkait anggaran di OPD masing-masing," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (18/9/2019).

Dua lokasi yang digeledah KPK itu adalah kantor BPKAD Provinsi Kepri dan kantor Bappelitbang Kepri. Penggeledahan dilakukan hari ini.




Sebelumnya, KPK juga menggeledah sejumlah lokasi di Kepri pada Selasa (17/9). Total ada 4 lokasi yang digeledah KPK, yakni kantor Dinas PUPR Kepri, kantor Dinas Pendidikan Kepri, kantor Dinas Pariwisata Kepri, dan rumah salah satu kepala OPD Kepri.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan 5 tersangka, yaitu Nurdin Basirun sebagai Gubernur Kepri Edy Sofyan sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kepri, Budi Hartono sebagai Kepala Bidang Perikanan Tangkap Kepri, pengusaha Kock Meng, serta Abu Bakar sebagai swasta.

Nurdin dan 2 anak buahnya itu dijerat karena diduga menerima suap dari Abu Bakar terkait perizinan reklamasi. Abu Bakar diduga memberi suap senilai total Rp 159 juta agar diberi izin prinsip untuk lokasi reklamasi di Kepri.

Sedangkan tersangka Kock Meng diduga KPK bersama-sama Abu Bakar memberikan suap ke Nurdin dan anak buahnya.

KPK juga menyita duit Rp 6,1 miliar yang diduga terkait gratifikasi Nurdin. Duit itu disita saat OTT dan penggeledahan di rumah dinas Nurdin dalam pecahan berbagai mata uang yang ditemukan berserakan di kamarnya.
(ibh/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com