detikNews
Kamis 13 Oktober 2005, 16:32 WIB

Dicuekin, Cina Benteng Tagih KKB

- detikNews
Jakarta - Merasa dipinggirkan, ratusan kepala keluarga (KK) Cina Benteng pun protes. Warga keturunan yang hidup melarat ini menagih kartu kompensasi BBM (KKB).Bahkan mereka merasa diperlakukan diskriminatif dalam mengurus surat-surat identitas seperti KTP dan akta kelahiran. Mereka juga seringkali dimintai pungutan liar untuk menyelesaikan berbagai surat identitas itu.Kini penderitaan warga Cina Benteng yang berada di Cengkareng Jakarta Barat dan Tangerang ini ditambah lagi dengan belum mengucurnya dana kompensasi langsung subsidi BBM ke gubuk mereka.\\\"Selama puluhan tahun warga Cina Benteng yang merupakan penduduk asli Tangerang tidak memperoleh fasilitas jaring pengaman sosial, seperti beras miskin atau kartu keluarga miskin,\\\" ungkap Pelaksana Harian Lembaga Anti Diskriminasi di Indonesia (LADI) Rebeka Harsono.Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers di Kantor LBH Jakarta, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (13\/10\/2005). Rebeka didampingi 15 perwakilan warga Cina Benteng yang berada di Kelurahan Kosambi Kecamatan Dadap, Benda Tangerang dan Kalideres Jakarta Barat.Padahal, menurut Rebeka, secara identitas, warga Cina Benteng sudah tidak bisa disebut lagi sebagai warga Cina. \\\"Mereka sudah menjadi pribumi sejak sebelas generasi yang lalu,\\\" tegasnya.Namun karena masih dianggap orang Cina, pemerintah tidak pernah memberikan fasilitas jaring pengaman sosial. \\\"Kami meminta perhatian pemerintah. Bukan saja mereka tidak mendapat kompensasi BBM yang sudah dibagikan. Mereka juga selalu ditolak pihak puskesmas dan RT\/RW untuk memperoleh kartu keluarga miskin,\\\" tutur Rebeka.Atas diskriminasi tersebut, lanjut Rebeka, warga Cina Benteng sejak puluhan tahun dipersulit dalam mengurus dokumen pribadi. Hal itu membuat mereka malas untuk mengurus akte kelahiran, kawin cerai, KTP dan kartu keluarga (KK).Selain biayanya mahal, kemalasan warga Cina Benteng untuk membuat surat identitas itu juga karena mereka sering mendapat perlakuan pemerasan oleh oknum kelurahan. Lagipula, untuk membuat surat identitas itu, mereka juga harus melampirkan Surat Bukti Kewarganegaraan Indonesia (SBKRI) yang sebenarnya sudah tidak berlaku lagi. Padahal selama pemilu, pemerintah justru mendaftar mereka tanpa adanya KTP, apalagi SBKRI.\\\"Kita sudah menulis surat kepada presiden agar mengambil tindakan untuk membereskan kaum stateless<\/I> (kehilangan kewarganegeraan). Kita juga minta pemerintah agar mereka tetap mendapatkan dana kompensasi BBM,\\\" tandas Rebeka.Warga Cina Benteng tercatat masih ditemukan di wilayah Tangerang, yakni sekitar Sungapan Kelurahan Kosambi Dadap, Rawa Lembang kelurahan Benda, Rawa Kompeni dan Kosambi. Mereka juga ditemukan di Tegal Arun Kalideres. Kondisi hidup mereka biasanya memprihatinkan karena pas-pasan, bahkan melarat.


(atq/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com