detikNews
Senin 06 Mei 2019, 11:08 WIB

Bawaslu Cek Keaslian Ribuan Formulir C1 yang Diamankan di Menteng

Eva Safitri, Arief Ikhsanudin - detikNews
Bawaslu Cek Keaslian Ribuan Formulir C1 yang Diamankan di Menteng Foto: Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi. (Eva Safitri/detikcom).
Jakarta - Bawaslu masih mengecek keaslian ribuan formulir C1 yang diamankan dari sebuah mobil di Menteng, Jakarta Pusat. Formulir C1 itu belum dapat dipastikan asli atau palsu.

"Kami instruksikan ke Bawaslu Jakpus, untuk pertama adalah investigasi. Kemudian menelusuri dan mendalami, kemudian kalau sudah cukup kuat alat bukti ya kemudian silakan pleno di internal Bawaslu Jakpus. Kemudian langkah selanjutnya adalah segera diregistrasi. Kalau sudah diregistrasi kan punya waktu 14 hari," kata Komisioner Bawaslu DKI, Puadi, saat dikonfirmasi, Senin (6/5/2019).

"Cuma masalahnya kan kita belum bisa menyimpulkan bahwa apakah itu C1 asli atau palsu," sambungnya.



Dua kardus berisi formulir C1 itu diamankan dari Jl Besuki, Menteng pada Sabtu (4/5) lalu. Kordiv SDM Bawaslu Jakarta Pusat, Roy Sofia Patra Sinaga mengatakan kardus pertama berisi 2.006 C1 sementara kardus kedua berisi 1.761 C1.

Roy mengatakan ribuan formulir C1 itu berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Tapi menurutnya, isi formulir C1 itu berbeda dengan hasil rekapitulasi di TPS.

"Misalkan suara 01 100 suara dan 02 50, di C1 yang kita dapatkan 01 50 dan 02 100. Tanda tangan saksi juga berbeda karena kita juga cek berapa TPS lewat KPU berbeda," ungkap Roy saat dihubungi terpisah.



Dari foto Bawaslu Jakpus, tampak kardus itu bertuliskan 'Kepada Yth Bapak Toto Utmo Budi Santoso Direktur Satgas BPN PS Jl Kertanegara No 36 Jakarta Selatan' dan 'Dari Moh Taufik Seknas Prabowo-Sandi Jl HOS Cokro Aminoto no 93 Menteng Jakarta Pusat'

Bawaslu Cek Keaslian Ribuan Formulir C1 yang Diamankan di MentengFoto: Formulir C1 ditemukan di Menteng (Dok. Bawaslu Jakpus)


Bawaslu Jakpus berencana memeriksan sopir mobil yang membawa dus berisi ribuan formulir C1 itu. Keaslian formulir C1 itu juga belum bisa dipastikan.

"Masih kita lakukan investigasi," tambah Roy.
(imk/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +