detikNews
Sabtu 19 Januari 2019, 15:45 WIB

PDIP soal Jokowi Dibiayai Adik Prabowo Saat Pilgub: Itu Gotong Royong

Adhi Indra Prasetya - detikNews
PDIP soal Jokowi Dibiayai Adik Prabowo Saat Pilgub: Itu Gotong Royong Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Kubu Prabowo Subianto menyebut capres petahana Joko Widodo sempat meminta uang kepada adik kandung eks Danjen Kopassus itu, Hashim Djojohadikusumo, saat Pilgub DKI 2012. PDIP sebagai salah satu pengusung Jokowi menanggapi santai.

"Semuanya kan karena gotong royong. Kami juga bergotong royong, dana saksi saat itu kami juga gotong royong," ungkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Stasiun Duren Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (19/1/2019).

Pada Pilgub DKI Jakarta 2012, Jokowi berpasangan dengan Basuki T Purnama (Ahok) yang ketika itu merupakan kader Gerindra. Pasangan tersebut diusung oleh PDIP bersama dengan Gerindra. Kedua partai akhirnya berpisah jalan saat Jokowi maju di Pilpres 2014 melawan Prabowo.

Soal dana bantuan untuk Jokowi dari kubu Prabowo, Hasto tidak membantahnya. Namun ia menyindir soal pemimpin yang seharusnya terbebaskan dari utang balas jasa.


"Tapi justru itu, menjadi pemimpin bukan dengan membeli, bukan dengan investasi. Jadi pemimpin itu adalah sebuah dedikasi. Itu yang dilakukan Pak Jokowi," tutur Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin itu.

Soal dana bantuan untuk Jokowi di Pilgub 2012 tersebut kembali diungkit Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga sebagai respons pernyataan Jokowi yang mengaku tak mengeluarkan uang saat maju sebagai cagub. Anggota Direktorat dan Media BPN Prabowo-Sandiaga, Nicholay, menyebut Jokowi meminta uang kepada Hashim untuk Pilgub DKI.

Ia bercerita, Jokowi meminta bantuannya agar diperkenalkan dengan Hashim. Jokowi kemudian bertemu dengan Hashim dan memaparkan keberhasilannya sebagai wali kota. Hashim pun tertarik kepada Jokowi, yang mengungkapkan niatnya maju sebagai Gubernur DKI.

"Ketika itu Jokowi menyatakan dia tidak punya apa-apa dan tidak punya siapa-siapa. Dan memang tidak ada satu pun pengusaha mana pun, baik pengusaha pribumi maupun pengusaha nonpribumi, yang mau mendukung Jokowi, sehingga Pak Hashim mengambil alih semuanya itu," ucap Nico.

Cerita itulah yang pada akhirnya membuat Nico menyebut bohong pernyataan Jokowi bahwa tak ada biaya politik saat Pilgub DKI. Menurut Nico, Jokowi meminta uang kepada Hashim.


"Itu puluhan miliar sampai ratusan (miliar rupiah). Jadi dia katakan tanpa biaya politik itu bohong. Saya saksi hidupnya dan ada beberapa teman saksi hidup. Kita yang mengantar duit itu, pakai tas keresek,, lo," imbuhnya.

Dalam debat pilpres perdana pada Kamis (17/1), Jokowi bercerita soal pengalamannya maju sebagai wali kota Solo dan Gubernur DKI. Ia bahkan sempat ikut menyebut nama Prabowo yang kini menjadi rivalnya di Pilpres 2019.

"Saya saat pemilihan wali kota, anggaran kecil, waktu gubernur di DKI saya tidak gunakan uang sama sekali. Pak Prabowo juga tahu mengenai itu. Ketua partai tahu," ujar Jokowi.

Capres nomor urut 01 itu membahas soal pengalamannya maju di pilkada ketika debat tengah membahas soal mahalnya biaya politik. Jokowi menyebut politik seharusnya tak perlu biaya mahal.

"Tapi itu perlu proses panjang. Gerakan politik bisa dimulai dari relawan dan publik," ucapnya.
(elz/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com