detikNews
Jumat 11 Januari 2019, 13:09 WIB

Ramai-ramai Warga Babel Tertipu Bitcoin

Deni Wahyono - detikNews
Ramai-ramai Warga Babel Tertipu Bitcoin Ilustrasi (Dok. detikcom)
Pangkalpinang - Dirkrimum Polda Bangka Belitung, Kombes Budi Hariyanto membenarkan pihaknya telah menerima laporan kasus dugaan penipuan transaksi internet BTC Panda, Bitcoin. Sedikitnya ada ratusan warga Babel diduga jadi korban penipuan pembayaran Bitcoin.

"Benar, untuk saat ini kasus dugaan penipuan transaksi internet dengan Bitcoin masih dalam penyelidikan petugas," kata Dirkrimum Polda Bangka Belitung Kombes Budi Hariyanto saat dihubungi detikcom, Jumat (11/1/2019).

Menurut Budi, awalnya kasus dugaan penipuan itu dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, karena pelapor berdomisili di Bangka sehingga dilimpahkan ke Polda Babel.

"Karena awalnya ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, kami berpikir mungkin koneksinya adalah ke Ditreskrimsus Babel, tapi karena dilimpahkannya ke Ditreskrimum Babel maka kami masih melakukan penyelidikan," tegasnya.

"Sedang dilakukan penyelidikan mendalam, apa unsur melawan hukum dari kasus tersebut, apakah terkait transaksi online-nya (Krimsus) atau hanya sebatas tindak pidana konvensional penipuannya," timpa Budi.

Diketahui, kasus dugaan penipuan transaksi internet BTC Panda menggunakan pembayaran Bitcoin dilaporkan ke Mapolda Metro Jaya dengan Laporan Polisi: TBL/3388/VII/2016/PMJ/DIT Reskrimsus tertanggal 17 Juli 2016.

Laporan polisi tersebut dilaporkan oleh Leader BTC Panda Bangka, Andre Efendy, ke Sentra Pelayanan Kepolisan Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Kasus ini kembali mencuat ketika Leader BTC Panda Bangka mendatangi Polda Babel untuk mempertanyakan perkembangan kasus yang di laporkan.


"Iya kemarin ke Polda, Pak, untuk menanyakan perkembangan kasus yang saya laporkan," jelas Andre.

"Di Polda Metro Jaya dua laporan, terus Polda Padang dan Polda Bengkulu, namun hingga saat ini belum ada kejelasan," ungkapnya.

Andre menambahkan, pengelola BTC Panda di Malaysia kontaknya sudah tidak bisa dihubungi.

"Kontak di Malaysia sudah tidak bisa dihubungi, sedangkan perwakilan di Indonesia hanya diperiksa sebagai saksi, kasus ini sudah tiga tahun berjalan, belum diketahui titik terangnya," tambahnya.


Dari jumlah 1.695 Bitcoin, diinvestasikan anggota, baru 200 yang dikembalikan pada anggota jaringan setelah melakukan somasi terhadap pengelola BTC Panda di Malaysia dan sisanya belum dibayarkan. Akibat kejadian itu, para korban mengalami kerugian mencapai Rp 480 juta.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com