detikNews
Jumat 04 Januari 2019, 20:48 WIB

'Manuver Politik' Duet Nurhadi-Aldo

BBC Indonesia - detikNews
Manuver Politik Duet Nurhadi-Aldo Nurhadi-Aldo (Foto: dok. Facebook Nurhadi Aldo)
Jakarta - Di tengah hangatnya isu politik Tanah Air, media sosial diramaikan oleh guyonan dari akun pasangan capres dan cawapres fiktif Nurhadi-Aldo. Tentu ada sejumlah admin di akun tersebut.

BBC Indonesia melaporkan, Jumat (4/1/2019), admin Nurhadi-Aldo kerap menyindir politikus dan pemerintah dengan meme.

Dalam sebuah poster untuk kampanye, Nurhadi-Aldo tampak seperti pasangan politikus sebenarnya dengan nama pengusung 'Koalisi Indonesia Tronjal Tronjol Maha Asyik'.


Ada nama partai dan slogan kampanyenya juga. Namun yang cukup menggelitik adalah nama Nurhadi ditulis dengan tinta merah pada bagian 'DI' dan nama Aldo ditulis merah pada huruf 'LDO'.

BBC Indonesia berhasil menghubungi salah satu anggota 'timses'. Dia menyatakan kehadiran Nurhadi-Aldo untuk meredam konflik antarkubu.

Keseluruhan, mereka terdiri atas delapan pemuda berusia 17-23 tahun yang tinggal di beberapa kota di Indonesia. Mereka belum pernah bertemu satu sama lain.

'Manuver Politik' Duet Nurhadi-AldoFoto: Dok. Instagram @nurhadi_aldo
Media sosial Nurhadi-Aldo buatan mereka telah di-follow belasan ribu hingga puluhan ribu orang.

"Ketika Nurhadi keluar dalam bentuk banyolan, di dalamnya ada pesan untuk masyarakat. Ada banyak yang bisa kita kritik, ada pemerintah, politisi, daripada berantem sesama rakyat. Karena tidak mengubah apa-apa kalau sesama rakyat berantem," jelas dia, Kamis (3/1).

"Gerakan ini tanpa modal sama sekali, tapi bisa dikenal banyak orang. Politikus zaman sekarang bisa mengeluarkan dana miliaran, tapi ini nol rupiah. Kami swadaya sendiri, dengan kuota sendiri, Wi-Fi sendiri," kata dia.


Meski demikian, mereka punya pembagian tugas yang jelas. Siapa yang bertugas mendesain, membuat strategi marketing, maupun menjadi editor.

Ngomong-ngomong soal Nurhadi-Aldo, siapa sih mereka?

Nurhadi merupakan seorang tukang urut di Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Nurhadi memang dikenal di media sosial, khususnya di komunitas shitposting, karena kebiasaannya mempromosikan jasa menjahit plus foto selfie-nya.

"Sebelumnya, saya sendiri sudah menghubungi Pak Nurhadi dan minta izin, menjelaskan bahwa gerakan ini bisa bermanfaat untuk ekonominya," kata tim sukses.

Caranya, tim sukses mengurus desain, promosi, dan marketing. Nurhadi mengurus produksi dan pemesanan merchandise, dengan mendapatkan semua keuntungan merchandise.

Penjualan merchandise, seperti kaus kampanye, diurus langsung oleh Nurhadi dari Kudus. "Kami sepakat dan setuju bahwa ini memang gerakan, selain meredam konflik politik, tapi juga membantu Pak Nurhadi," kata dia.

'Manuver Politik' Duet Nurhadi-AldoFoto: Dok. Instagram @nurhadi_aldo
Tim sukses Nurhadi-Aldo menyatakan tidak mengambil keuntungan finansial dari populernya akun ini. Sedangkan Nurhadi tidak ikut campur dalam program kampanye dan materi yang ada di akun-akun Nurhadi-Aldo.

Adapun Aldo adalah tokoh fiktif. Wajah Aldo adalah gabungan dari wajah seorang politikus dan seorang lain. Sosok Aldo berasal dari guyonan di komunitas shitpost.

Ke depan, Nurhadi-Aldo masih akan tetap mewarnai media sosial. "Ke depan belum tahu. Yang jelas, kami tetap pada tujuan untuk menghibur dan memberi edukasi. Dan kami akan tetap tidak memihak salah satu calon," tutur dia.
(rna/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com