detikNews
Jumat 04 Januari 2019, 10:20 WIB

Sandiaga Minta Pengusaha di Tarakan Jangan Hanya Kerja Kerja Kerja

Sofyan - detikNews
Sandiaga Minta Pengusaha di Tarakan Jangan Hanya Kerja Kerja Kerja Sandiaga di Tarakan (Sofyan/detikcom)
Tarakan - Cawapres Sandiaga Uno berkampanye ke Tarakan, Kalimantan Utara. Di sana, Sandiaga bertemu dengan pengusaha milenial serta para penjual udang dan kepiting. Saat mengunjungi para pengusaha muda, Sandi meminta para milenial dan pengusaha muda terus berinovasi dan tidak hanya kerja, kerja, kerja.

"Kaltara dan Tarakan punya potensi ekonomi yang luar biasa. Dari perkebunan, pertambangan, dan hasil bumi. Negara ini kaya. Harus dikelola dengan baik untuk kepentingan anak bangsa sendiri, bukan dinikmati oleh orang asing," terang Sandi di Warung Kopi Indra (Aseng), Kota Tarakan, Kaltara, Jumat (4/1/2019).

"Jangan hanya kerja, kerja, dan kerja, tapi lupa esensi untuk membangun ekonomi masyarakat," imbuhnya.



Sandi menjelaskan adalah wilayah perbatasan Indonesia yang dekat dengan negara tetangga. Jangan sampai tiadanya kesejahteraan membuat para pekerja Indonesia mengadu nasib di negara orang, sedangkan orang asing menikmati dan mengeksplorasi hasil bumi Kalimantan Utara.

"Pemerintah harus hadir. Fokus Prabowo-Sandi adalah ekonomi yang fokus pada penyediaan dan penciptaan lapangan kerja serta harga-harga kebutuhan pokok stabil serta terjangkau,. Dan milenial harus fokus pada penciptaan lapangan kerja, bukan mencari kerja. Maksimalkan kekayaan yang kalian punya di sini. Tahun 2019 Kaltara harus lebih maju lagi," ucapnya.

Setelah bertemu dengan pengusaha, Sandiaga bertemu dengan penjual udang dan kepiting. Di sana Sandi mendengar curhat para pedagang. Pelaku budi daya kepiting, Munir, mengaku ada beberapa kebijakan yang membuat pengusaha tidak bisa melakukan ekspor besar-besaran.



"Jadi pasar kepiting ini pasar terbesarnya saat Imlek. Antara 5 Desember hingga 15 Januari. Pembatasan ekspor untuk kepiting betina yang sedang bertelur. Itu memang kalau tangkapan alam Pak memang nggak apa-apa. Tapi ini kan budi daya. Malah kalau dibiarkan, kepiting ini bisa menjadi hama, merusak tambak ikan dan udang. Harga pun turun dari 200 ribu rupiah per kilo menjadi hanya 40 ribu per kilo," ucap Munir.

Menurut calon wakil presiden nomor urut 02 ini, semua yang disampaikan para pengusaha tambak dan nelayan akan diserap dan dikaji. Namun Sandi memastikan, jika pada 2019 ia dipercaya melayani masyarakat Indonesia, pemerintah pasti akan hadir membantu para pengusaha dan nelayan.
(rvk/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed