DetikNews
Minggu 30 Desember 2018, 13:37 WIB

Menengok Sekolah Ibu di Kota Bogor yang Jadi Acuan Hengky Kurniawan

Andhika Prasetia - detikNews
Menengok Sekolah Ibu di Kota Bogor yang Jadi Acuan Hengky Kurniawan Ketua TP-PKK Kota Bogor, Yane Ardian saat meresmikan Sekolah Ibu. (Foto: dok. Pemkot Bogor)
Bogor - Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan memperkenalkan program Sekolah Ibu yang, salah satunya, bertujuan mengatasi tingginya kasus perceraian di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Hengky mengaku mengacu pada program Sekolah Ibu yang sudah terlebih dahulu ada di Kota Bogor.

Sekolah Ibu di Bogor didirikan berawal dari keresahan masyarakat akan fenomena sosial, salah satunya yaitu tingginya angka perceraian di Kota Hujan itu. Sekolah Ibu di Bogor berjalan mulai pertengahan Juli 2018.


"Sekolah Ibu di Kota Bogor kami inisiasi berawal dari keresahan masyarakat terhadap berbagai fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat. Semakin tingginya angka perceraian, maraknya tawuran pelajar, narkoba, dan lain-lain. Kami (PKK Kota Bogor) melihat fenomena tersebut diakibatkan oleh melemahnya peran dan fungsi keluarga dalam masyarakat," ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yane Ardian kepada detikcom, Minggu (30/12/2018).

Kegiatan pembelajaran Sekolah Ibu di Bogor dilaksanakan dua kali dalam seminggu, yakni Senin dan Kamis pada pukul 13.00 WIB menggunakan aula pada setiap kelurahan. Materi yang diberikan di Sekolah Ibu terdiri dari 3 bab dengan total 18 modul. Bab yang diajarkan mencakup Menuju Gerbang Pernikahan (Bab I), Membangun Keluarga Bahagia (Bab II), dan Membangun Generasi Unggul (Bab III).

Ketua TP-PKK Kota Bogor, Yane Ardian dalam acara wisuda peserta Sekolah Ibu.Ketua TP-PKK Kota Bogor, Yane Ardian dalam acara wisuda peserta Sekolah Ibu. (Foto: dok. Pemkot Bogor)

"Pak Hengky memang sempat studi banding ke Kota Bogor. Dan saat itu banyak testimoni dari Para Peserta Sekolah Ibu bahwa setelah mengikuti Sekolah Ibu mereka lebih mudah berkomunikasi dan memahami suami dan anak-anak. Sehingga keharmonisan dalam rumah tangga terbangun," terang Yane.

Khusus di Kota Bogor, besaran anggaran yang disepakati antara DPRD dan Pemkot mengenai Sekolah Ibu sebesar Rp 4,080 miliar. Sebanyak 1.020 peserta Sekolah Ibu Angkatan II juga sudah diwisuda pada Jumat (28/12) oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya. Selain itu, ternyata Institut Pertanian Bogor (IPB) turut diajak bekerja sama dengan Sekolah Ibu terkait penelitian.


"Sekolah Ibu di Kota Bogor bekerja sama dengan IPB (Institut Pertanian Bogor) dalam hal penelitian. Kami melaksanakan pre dan post agar terlihat bagaimana fungsi dalam keluarga sebelum dan sesudah mengikuti program Sekolah Ibu," ucap Yane.

Para peserta Sekolah Ibu gelombang II diwisuda Wali Kota Bogor, Bima Arya.Para peserta Sekolah Ibu gelombang II diwisuda Wali Kota Bogor, Bima Arya. (Foto: dok. Pemkot Bogor)

Baru akan diterapkan di Kabupaten Bandung Barat, program itu sudah jadi kontroversi. Perkaranya adalah pernyataan Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan yang seolah menitikberatkan pengadaan program 'Sekolah Ibu' karena untuk mengatasi tingginya angka perceraian. Hengky menyebut ada 244 kasus perceraian di KBB pada rentang 5-30 November 2018. Belakangan Hengky menambah pernyataannya dengan menegaskan bahwa pihaknya tidak menyalahkan ibu dalam kasus perceraian.

"Note: tidak ada yang menyalahkan ibu dalam kasus perceraian. Program 'Sekolah Ibu' berhasil menekan angka perceraian di kota Bogor. Seperti yang Kang Bima sampaikan ke saya waktu study banding. Ibu-ibu yang tadinya menuntut cerai suaminya akhirnya menarik gugatan cerainya setelah mengikuti Sekolah Ibu. Tentu ini program baik yang bisa kita contoh. Pematerinya dari kalangan profesional, psikolog, dosen, profesor, polwan, wanita karier yang sukses. Dan program ini mendapatkan apresiasi dari Bapak Gubernur. Bila ada yang salah dalam pemahaman atau kurang berkenan, mohon dimaafkan. Haturnuhun...," tulis Hengky menambahi postingannya soal 'Sekolah Ibu' yang dikutip detikcom, hari ini.


Simak Juga 'Mau Luncurkan Kebijakan Sekolah Ibu, Hengky Kurniawan Ramai Dihujat':

[Gambas:Video 20detik]



(dkp/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed