DetikNews
Minggu 30 Desember 2018, 01:07 WIB

Kronologi OTT Proyek Penyediaan Air Minum Kementerian PUPR

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Kronologi OTT Proyek Penyediaan Air Minum Kementerian PUPR KPK tunjukkan barang bukti hasil OTT pejabat Kementerian PUPR (Foto: Agung Pambudhy-detikcom)
FOKUS BERITA: Suap Proyek SPAM PUPR
Jakarta - KPK mengamankan 21 orang terkait dugaan suap pejabat Kementerian PUPR. OTT tersebut terkait proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR tahun anggaran 2017-2018.

"KPK mengamankan total 21 orang," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di KPK, Jakarta Selatan, Minggu dini hari (30/12/2018).

Dari 21 orang yang diamankan, 8 orang ditetapkan sebagai tersangka. Dari 8 orang itu, 4 di antaranya merupakan pejabat Kementerian PUPR yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Waro Kustinah, PPK SPAM Darurat Teuku Moch Nazar dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Sedangkan 4 orang lainnya dari pihak swasta yakni Dirut dan Direktur PT Wijaya Kusuma Emindao (WKE) Budi Suharto serta Lily Sundarsih, dan dua Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Irene Irma serta Yuliana Enganita.



Begini kronologi OTT tersebut:

- 28 Desember 2018 pukul 15.30 WIB
Tim KPK mengamankan Meina di ruang kerjanya di Gedung Satker PSPAM (Pengembangan sistem Penyediaan air minum0 Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Dari penangkapan Meina, tim KPK mengamankan uang sejumlah 22.100 Dolar Singapura di dalam amplop.

Setelah mengamankan Meina, di lokasi yang sama Tim KPK mengamankan Anggiat, teuku Moch Nazar, Donny Sofyan, Dwi Wardhana, Asri Budiarti, Untung Wahyudi, Wiwik, Shefie, Diah, Sugianto, Adi Dharma, dan Tarso.

Kemudian dari mobil Teuku Moch Nazar yang berada di parkiran Gedung Satker PSPAM Strategis, tim KPK mengamankan uang sebesar Rp 100 juta dan 3.200 Dolar Amerika.

Di ruang kerja Dwi Wardhana, KPK mengamankan uang sebesar Rp 636,7 juta.

"Di bangkas yang ada di ruang kerja Asri Budiarti, tim KPK mengamankan uang sebesar Rp 1,426 miliar. Dari Untung Wahyudi, tim KPK mengamankan Rp 500 juta dan 1.000 Dolas Singapura," ujar Saut.

Saut melanjutkan, setelat itu KPK menggiring Wiwik ke tempat tinggalnya yang tak jauh dari Gedung Satker PSPAM Strategis, untuk mengamankan uang terkait dengan kasus ini sebesar Rp 706,8 juta.

Dia menambahkan, secara pararel tim KPK lain bergerak ke Pulo Gadung, Jakarta Timur mengamankan Yohanes, Andri, dan Dwi di kantor PT WKE.

- Pukul 21.00 WIB

Tim KPK bergerak ke Kelapa Gading untuk mengamankan Budi Suharto, Lily Sundarsih, Irene Irma, dan Warso.

"Terakhir tim mengamankan YUL di tempat tinggalnya di daerah Serpong pukul 23.00 WIB. Sebanyak 22 orang tersebut kemudian dibawa ke gedung Merah Putih KPK," ujar Saut.

Dari penangkapan ini total barang bukti yang diamankan KPK yakni Rp 3.369.531.000, SGD 23.100, dan USD 3.200.


Saksikan juga video 'KPK OTT Pejabat PUPR Terkait Proyek Penyediaan Air Minum':

[Gambas:Video 20detik]


(idn/zak)
FOKUS BERITA: Suap Proyek SPAM PUPR
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed