detikNews
Selasa 25 Desember 2018, 22:41 WIB

Fakta-fakta Dampak Tsunami Selat Sunda Sejauh Ini

Yulida Medistiara, Agus Tri Haryanto - detikNews
Fakta-fakta Dampak Tsunami Selat Sunda Sejauh Ini Foto: Zaki Alfarabi
FOKUS BERITA: Tsunami Selat Sunda
Jakarta - Penanganan pascatsunami yang menerjang Banten dan Lampung Selatan masih terus dilakukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ratusan orang meninggal dunia, hampir seribu rumah rusak dan belasan ribu orang terpaksa mengungsi.

"Korban kemungkinan bertambah untuk Lampung Selatan, Pulau Sebuku dan Sebesi," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018).



BNPB juga telah mengumumkan status bencana tsunami di Banten dan Lampung. Selain itu, BNPB juga sudah menetapkan masa tanggap darurat untuk di daerah-daerah tersebut.

detikcom telah merangkum fakta-fakta seputar tsunami Banten dan Lampung Selatan yang terungkap hingga Selasa (25/12/2018). Berikut fakta-fakta terbaru:

- Tinggi Ombak Tsunami Capai 5 Meter

BNPB menerima informasi soal tinggi tsunami di Selat Sunda yang menghantam wilayah Banten dan Lampung. Data di lapangan yang diterima, diperkirakan tsunami yang menyapu wilayah Banten tingginya mencapai 5 meter. Di Carita tinggi tsunami disebut mencapai 2-2,5 meter.

"Tinggi tsunami berdasarkan informasi lapangan, baik dari masyarakat maupun petugas dan sebagainya bervariasi. Ada yang mengatakan 2 meter (Sutopo menunjuk wilayah bagian utara Banten-red) ada juga yang mengatakan di daerah sekitar Sumur, Tanjung Lesung, Cigeulis, ada yang mengatakan lebih dari 5 meter," kata Sutopo, di kantornya, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018).



- 429 Orang Meninggal Dunia, 16.082 Mengungsi dan 882 Rumah Rusak

Di hari ketiga penanganan tsunami, BNPB mencatat 429 orang meninggal dunia dan 1.485 luka-luka. Ada 882 rumah rusak, 73 penginapan rusak dan 60 warung rusak.

"429 orang meninggal, 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, 16.082 orang mengungsi," terang Sutopo.

"882 rumah rusak, 73 penginapan rusak dan 60 warung rusak. 434 perahu dan kapal rusak, 24 kendaraan roda 4 rusak, 41 kendaraan roda 2 rusak, 1 dermaga rusak, dan 1 shelter rusak," imbuhnya.



- 6 Desa Terisolir

Ada 6 desa di Provinsi Banten yakni Desa Cigorondong, Kertajaya, Sumberjaya, Tunggajaya, Ujungjaya, dan Kerta Mukti.

"Di sini sempat akses menjadi putus sejak pertama karena banyak jalan dan jembatan yang rusak karena terjangan tsunami juga akibat material yang dibawa tsunami,"ujar Sutopo.



- 113 Base Transceiver Station (BTS) Mati

Tsunami Selat Sunda juga berdampak terhadap infrastruktur komunikasi. Data Kemenkominfo ada 113 BTS/e-Node yang tidak berfungsi.

"Semuanya mati karena kehilangan pasok listrik PLN," jelas Menkominfo, Rudiantara kepada detikINET melalui pesan singkatnya, Selasa (25/12/2018).



- Masa Tanggap Darurat di Banten Ditetapkan 14 Hari, Lampung Selatan 7 Hari

BNPB sudah menetapkan masa tanggap darurat di Banten, dan Lampung Selatan, Lampung. BNPB memutuskan tanggap darurat di Banten, khususnya Kabupaten Pandeglang selama 14 hari terhitung tanggal 22 Desember-4 Januari 2019.

"Di Lampung Selatan 7 hari, yaitu 23-29 Desember 2018. Bisa diperpanjang," jelas Sutopo.



- Status Tsunami Selat Sunda Ditetapkan Menjadi Bencana Kabupaten

BNPB mengumumkan penetapan bencana kabupaten bagi tsunami di Selat Sunda. Sutopo memastikan pemerintah kabupaten sanggup menangani bencana tersebut.

"Jadi status bencananya bencana kabupaten, tidak ada wacana bencana nasional. Pemerintah kabupaten sanggup, menyanggupi. Kepala daerah betul-betul berada di lapangan. Pemerintah pusat memperkuat logistik," ucap Sutopo.


(zak/dnu)
FOKUS BERITA: Tsunami Selat Sunda
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed