detikNews
Rabu 19 Desember 2018, 13:47 WIB

Gerindra Bantah Usamah Hisyam soal Prabowo Tinju Meja: Dia Kan Dukung Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Gerindra Bantah Usamah Hisyam soal Prabowo Tinju Meja: Dia Kan Dukung Jokowi Andre Rosiade (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta - Tulisan mantan anggota penasihat PA 212, Usamah Hisyam, tentang Prabowo Subianto memukul meja di depan ulama dalam forum Dewan Penasihat PA 212 ditepis PA 212. Seperti PA 212, Gerindra juga membantah tulisan Usamah.

"Tidak ada Pak Prabowo mukul-mukul meja, marah-marah di situ nggak ada. Yang ada Pak Prabowo menjelaskan soal komitmen beliau terhadap umat Islam, komitmen beliau, dan rekam jejak beliau terhadap umat dan ulama. Memang gayanya kan begitu, istilahnya dynamic style. Nggak ada Pak Prabowo marah-marah, tinju meja," kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (19/12/2018).

Tulisan Usamah yang dimuat di situs muslimobsession tersebut diviralkan sejumlah pihak di media sosial seperti Twitter. Redaksi detikcom telah meminta konfirmasi Usamah mengenai tulisan tersebut dan Usamah menyatakan tulisan itu memang miliknya. Tulisan tersebut diberi judul 'Prabowo Marah Meninju Meja, Para Ulama Terperangah'. Dalam tulisan tersebut, Usamah juga menjelaskan alasannya mundur dari PA 212. Namun, perihal Prabowo meninju meja, dia menegaskan, bukanlah alasan utamanya mundur dari PA 212.

Dalam cerita versi Usamah yang viral itu, dia bercerita bahwa dia ingin memperjuangkan calon pemimpin yang benar-benar kaffah (sepenuhnya) sebagai muslim. Dia ingin Habib Rizieq Syihab maju pilpres, namun menurutnya Habib Rizieq menolak. Usamah yang juga Ketum Parmusi, lanjut mengisahkan tentang forum Dewan Penasihat PA 212. Saat isoma Dewan Penasihat PA 212 berlangsung, kata dia, ada ulama yang berbisik kepadanya mengenai calon pemimpin muslim yang kaffah. Menurutnya, ada ulama yang berkata kepadanya bahwa argumentasinya benar, namun ada kecurigaan bahwa dia menolak Prabowo.

Usamah melanjutkan ceritanya. Semua ketegangan bermula sesaat setelah isoma berakhir tepat pukul 19.30 WIB. Seluruh Penasihat PA 212, disebut Usamah, kembali ke ruang rapat. Tak lama berselang, lanjut Usamah dalam tulisannya, Prabowo Subianto masuk ke ruang rapat, menyusul sejumlah Sekjen Partai, seperti Ahmad Muzani (Gerindra), Eddy Soeparno (PAN), dan Afriansyah Ferry Noor (PBB).

Setelah Amien Rais mencabut skorsing rapat, masih menurut cerita versi Usamah, Amien mempersilakan Prabowo Subianto untuk berbicara, memberikan penjelasan apa yang akan diperjuangkan bila didukung PA 212. Namun, Usamah mengatakan, reaksi Prabowo di luar dugaan dan menurutnya Prabowo meninju meja sampai lima kali.

Andre menepis anggapan bahwa Prabowo meninju meja. Andre menegaskan bahwa ulama tak bisa diatur-atur atau dimarahi. Jika Prabowo memarahi ulama, Andre menyebut ulama tentunya tak akan mendukung Prabowo.

"Ini ulama kan punya independensi masing-masing. Kalau Pak Prabowo marah-marah sama ulama, mungkin nggak ulama dukung beliau di Ijtimak Ulama yang pertama dan kedua. Nggak ada Pak Prabowo marah-marah di situ. Pak Prabowo mau tampil meyakinkan, begitu gayanya. Setelah itu baru ada Ijtimak Ulama yang pertama memutuskan Pak Prabowo menjadi calon presiden. Kalau Pak Prabowo bentak-bentak ulama, tentu ulama nggak mau dukung beliau," jelasnya.

Andre memandang Usamah punya agenda sendiri untuk menyudutkan Prabowo. Andre berbicara latar belakang Usamah yang disebutnya sebagai pendukung capres petahana Joko Widodo.

"Usamah Hisyam membangun narasi yang mendiskreditkan Pak Prabowo. Kita kan tahu Pak Usamah itu pendukung Pak Jokowi di 2014 dan 2019. Mari adu visi saja, adu gagasan, nggak usah lagi menyerang pribadi Pak Prabowo," pungkasnya.


Saksikan juga video 'Tim Prabowo: Petahana Punya Semua, Kita Punya Allah':

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com