DetikNews
Senin 17 Desember 2018, 12:21 WIB

Blak Blakan Menko Wiranto

Cerita Wiranto Luruskan Opini tentang Papua di Luar Negeri

Erwin Dariyanto, lisye rahayu - detikNews
Cerita Wiranto Luruskan Opini tentang Papua di Luar Negeri Menkopolhukam Wiranto saat Blak-blakan di detikcom. (Rengga S/detikcom)
Jakarta - Saat diutus Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Republik Nauru beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto bertemu dengan tujuh kepala negara dari Pasifik Selatan. Wiranto pun sempat berdialog khusus dengan mereka yang salah satunya berbincang soal Papua.

Dari perbincangan itu, Wiranto tahu bahwa tujuh kepala negara di Pasifik Selatan tersebut selama ini mendapatkan gambaran yang salah soal Papua dan Papua Barat. Dalam pandangan mereka, Indonesia telah menelantarkan Papua. Perekonomian warga masyarakat di Bumi Cenderawasih dalam pandangan tujuh kepala negara itu juga dalam keadaan tertinggal karena masih mengenakan koteka dan hidup susah.


Wiranto pun meluruskan pandangan mereka. "Saya jelaskan. Nggak seperti itu. Pembangunannya (Papua) bagus. Bahkan apa yang terjadi di Papua itu lebih bagus dari negara Anda. Saya bilang begitu," kata dia saat Blak-blakan detikcom yang tayang Senin, 7 Desember 2018.



Purnawirawan TNI Angkatan Darat kelahiran Yogyakarta 4 April 1947 itu pun mengundang tujuh kepala negara tersebut ke Indonesia. Mereka diberi kesempatan langsung melihat Papua dan Papua Barat.



Pandangan tujuh kepala negara di Pasifik Selatan itu setelah melihat langsung Papua pun berubah. Mereka kagum dengan pembangunan di Papua dan Papua Barat. "Begitu melihat Papua, mereka terkejut. Lo kalau begitu saya ditipu selama ini. Saya memperoleh informasi yang tidak benar. Ini (Papua) lebih bagus dari negara saya," kisah Wiranto menirukan ucapan koleganya dari Pasifik Selatan.

Menurut Wiranto, begitulah cara pemerintah meluruskan opini tak benar tentang Papua. Pemerintah tidak membantah dengan kata-kata, melainkan dengan fakta, yakni mengajak mereka langsung untuk melihat Papua.

"Namanya soft diplomacy. Kita jelaskan, nggak usah macam-macam. Kita harapkan dengan pembangunan yang sekarang berkelanjutan itu, sekarang saudara-saudara kita yang belum insaf itu di Papua menjadi insaf," kata dia.

Politikus yang sudah merasakan empat pemerintahan ini pun merasakan bahwa di masa Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla ini pembangunan di Papua mengalami percepatan yang luar biasa. Bahkan Presiden Jokowi tercatat sudah sembilan kali mengunjungi Papua. "Ada perhatian Presidan Jokowi untuk membangun Papua dan Papua Barat," kata Wiranto.

Selengkapnya pernyataan Wiranto bisa ditonton di Blak-blakan detikcom di sini.


(erd/ear)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed