DetikNews
Minggu 28 Oktober 2018, 11:21 WIB

Ini Surat Pengkritik Volume Azan ke Ketua MA Minta Dibebaskan

Andi Saputra - detikNews
Ini Surat Pengkritik Volume Azan ke Ketua MA Minta Dibebaskan Foto: Surat Meliana (ist.)
Medan - Meliana tegar meski hidup di LP Tanjung Gusta, Medan. Setelah bandingnya ditolak, ia mengajukan kasasi meminta dibebaskan karena tidak pernah melakukan 'penistaan agama' sebagaimana dakwaan jaksa.

"Saat awal, dia ketakutan mengajukan banding. Tapi dia kini lebih tegar dan menuliskan surat untuk mengajukan kasasi," ujar pengacara Meliana, Ranto Sibarani saat dihubungi detikcom, Minggu (28/10/2018).


Berikut surat tangan Meliana yang dititipkan ke Ranto:

Ini Surat Pengkritik Volume Azan ke Ketua MA Minta DibebaskanMeiliana (Foto: ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

Saya Meliana, percaya kepada tim penasehat hukum saya sudah melakukan yang terbaik dan saya setuju untuk melakukan upaya hukum kasasi.

Saya mohon kepada hakim Ketua Mahkamah Agung supaya memberikan putusan atas tuduhan yang tidak pernah saya lakukan

Tanjung Gusta

26-01-2018
Meliana


Sebagaimana diketahui, Meliana mengkritik volume azan karena terlalu keras pada Juni 2016. Rumah Meliana dirusak oleh massa dan Vihara dibakar.

Belakangan, jaksa menuntut Meliana 18 bulan penjara dan diamini oleh PN Medan pada 21 Agustus 2018. Atas hal itu, Meliana banding tapi ditolak. Putusan itu diketok pada Kamis (25/10) kemarin dengan ketua majelis Daliun Sailan serta anggota majelis Prasetyo Ibnu Asmara dan Ahmad Ardiana Patria.


Simak Juga 'Kisah Meiliana Pengeluh Suara Azan yang Berujung Penjara':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed