detikNews
Senin 22 Oktober 2018, 16:21 WIB

Ketika 'Anak Betawi' Bicara Bahasa Indonesia di Parlemen Inggris

Erwin Dariyanto - detikNews
Ketika Anak Betawi Bicara Bahasa Indonesia di Parlemen Inggris Keakraban Richard Graham saat berada di KBRI London, Inggris. (Foto: Istimewa)
Jakarta -
Seorang politikus Inggris, Richard Graham menyelipkan kalimat dalam bahasa Indonesia saat berbicara di depan sidang parlemen Inggris, 10 Oktober 2018 lalu. Dalam pidatonya, Graham meminta kepada Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May agar menambah donasi untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.


Wakil Ketua Fraksi Partai Golongan Karya Meutya Hafid mengaku bangga dengan Richard Graham yang menggunakan bahasa Indonesia di sidang parlemen. Graham bukanlah anggota parlemen biasa. Dia juga menjabat sebagai Penasihat Perdana Menteri Theresa May.
"Sehingga banyak masukan Richard Graham terkait Indonesia di dengar. Seperti untuk Palu, Perdana Menteri May langsung berkomitmen untuk menaikan bantuan untuk rekonstruksi Palu," kata Meutya saat berbincang dengan detikcom, Senin (22/10/2018).


Menurut Graham, selain dirinya ada rekannya di parlemen yang bisa berbahasa Indonesia, yakni Rory Stewart MP. Selain itu, dia menyebut mantan Dubes Inggris di Jakarta, Richard Gozney, dan Dubes Inggris saat ini, Moazzam Malik yang lancar berbahasa Indonesia. Sebagai duta besar, Graham mengakui Moazzam lebih lancar dalam bercakap-cakap ketimbang dirinya. Tapi dia mengklaim lebih banyak memiliki kosa kata pergaulan dalam bahasa Indonesia ketimbang Moazzam. "Karena saya 'anak betawi' mungkin saya masih ingat lebih banyak kata-kata gombal dari jalan," kata dia bercanda.


Richard Graham belajar bahasa Indonesia dengan seorang guru bernama Tetty Sihombing selama 15 bulan pada 1980 hingga 1982. Tetty juga mengajar Richard Gozney.
Selain dengan Tetty, Graham juga belajar secara informal dengan rekan-rekannya orang Indonesia. Salah satu teman akrabnya adalah desainer batik mendiang Iwan Tirta.


Hingga kini Richard Graham terus menjaga hubungan baik dengan temannya di Indonesia juga dengan anggota parlemen Indonesia. Saat Meutya Hafid ke London pada Kamis pekan lalu misalnya, Richard menyempatkan diri menggowes sepeda dari kantornya ke KBRI.

Pertemuan berlangsung hangat lantaran Richard Graham membuka dialog menggunakan bahasa Indonesia. "Pak Richard Graham membuka dialog dengan bahasa Indonesia, dan sangat hangat. Mudah-mudahan Pak Richard Graham dan lebih banyak lagi anggota parlemen Inggris yang betul betul dapat menjadi teman Indonesia di parlemen Inggris," kata Meutya.



(erd/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com