DetikNews
Rabu 03 Oktober 2018, 16:50 WIB

Ini Jono Oge, Desa di Sigi yang Bergeser 3 Km karena Gempa Palu

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Ini Jono Oge, Desa di Sigi yang Bergeser 3 Km karena Gempa Palu Desa di Sigi yang terkena gempa (topik/detikcom)
Sigi - Desa Jono Oge, Kabupatren Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), harus kehilangan sebagian warganya saat gempa 7,4 magnitudo melanda. Sebagian daerahnya bergeser 3 km dan hilang, lalu berganti dengan perkebunan jagung.

Meri (42), saat tengah berada di dalam rumahnya dan suaminya tengah membersihkan dirinya di dalam kamar mandi. Pukul 17.00 WITA, bumi di wilayahnya berguncang, Meri melarikan diri ke luar rumah, dan dinding kamar mandi rumahnya pun runtuh dan memperlihatkan suaminya setengah telanjang dan segera melarikan diri menyelamatkan diri.

Tidak cukup guncangan itu, tanah-tanah di sekitarnya terbelah dan mengeluarkan air besar dari dalam tanah. Air kemudian menggulung dataran yang di depannya, menggerakkan tanah dari dalam dan membawa kebun jagung yang dekatnya, bersama belasan pohon kelapa ke arah depan.

Di depan sana, berdiri gereja Padmos Indonesia, bengkel, kompleks-kompleks perumahan yang kemudian juga ikut bergerak.

Luapan air dari lama tanah itulah yang kemudian menggulung pemukiman padat penduduk itu dari atas dan kemudian 'mengaduknya' di dalam tanah.

"Semuanya bergerak dan saya hanya berupaya menyelamatkan diri bersama suami saya," kata Meri di Jono Oge, Kabupaten Sigi, Rabu (3/10/2018).

Dahlan (50), menyebut sore itu adalah sore yang tidak akan terlupakan dalam hidupnya. Saat berjalan kaki di jalan raya menuju ke rumahnya, secara tiba-tiba, jalan-jalan aspal itu terbelah dan jatuh ke bawah.

"Jalanan seperti bergelombang dan tanah saling bertabrakan. Jalanan Sigi yang tadinya bisa dilihat satu garis lurus sekarang tekah berkelok-kelok dan bergelombang," sebutnya.

"Ini pertama kali saya langsung mengingat dosa-dosa saya selama hidup. Mungkin ini mukjizat say selamat, karena hari itu, baru pertama kali saya salat Jumat kembali," tambahnya sambil tertawa kecil.

Pantuan di lapangan, sebagian desa Jono Oge yang terbawa lumpur itu telah berdiri tanaman jagung di atasnya. Tanaman jagung itu bahkan masih berbuah, bersama kembang kol yang ada di bagian pinggirnya. Pohon kelapa pun masih berdiri kokoh di sana.

Sementara, 3 km setelahnya, reruntuhan bangunan menyembul dari dalam lumpur yang mulai mengering. Kendaraan roda empat dan dua teronggok di atasnya, bersama perlatann rumah tangga dan dokumen-dokumen lainnya.


Simak Juga 'Google Bantu Mencari Korban Palu dengan Google Person Finder':

[Gambas:Video 20detik]



(tfq/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed