DetikNews
Jumat 14 September 2018, 10:52 WIB

Politik Berubah, PD Terima Dukungan Ijtimak Ulama II ke Prabowo

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Politik Berubah, PD Terima Dukungan Ijtimak Ulama II ke Prabowo Foto: Wasekjen Demokrat Andi Arief (Dok. Antara Foto/Muhammad Adimaja)
Jakarta - Ijtimak Ulama jilid II guna memastikan dukungan ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno segera digelar. Apa sikap Partai Demokrat terkait ini?

Ijtimak Ulama jilid I sempat tak merekomendasikan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai kandidat cawapres Prabowo. Kini, Demokrat menyebut peta politik telah berubah dan memilih membuka diri atas dukungan Ijtimak Ulama ke Prabowo-Sandi.

"Ada yang bertanya sikap Demokrat soal dukungan Ijtimak Ulama II pada Prabowo-Sandi. Prinsipnya Pak Prabowo-Sandi itu superstarnya koalisi Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS. Mereka berdua berhak dan wajib mendapat dukungan dari empat partai ini. Prabowo-Sandi juga memiliki hak mendapat dukungan segmen dan sektoral masyarakat kita yang lain, termasuk di dalamnya Ijtimak Ulama, organ-organ serikat buruh, maupun gerakan 2019 ganti presiden," ujar Wasekjen PD Andi Arief kepada wartawan, Jumat (14/9/2018).


"Semua dukungan ini asal dilakukan tanpa keterpaksaan sangat dibenarkan. Ijtimak Ulama adalah kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Jauh lebih kuat ketimbang dukungan para gubernur ala Jokowi yang kesan kuatnya lahir dari tekanan. Partai Demokrat senang dan merasa koalisi ini akan makin membesar meski Ijtimak Ulama pernah tidak mendukung AHY. Bagi Demokrat situasi politik sudah berubah," imbuh Andi.

Andi menegaskan Prabowo-Sandi berhak menerima dukungan dari siapa pun, termasuk beberapa oknum partai koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang dia dengar juga mendukung Prabowo. Prinsip kemenangan disebut Andi adalah mendapatkan sebanyak-banyaknya dukungan.

Partai Demokrat disebut Andi berpolitik rasional. Namun Andi berharap dukungan Ijtimak Ulama II mengarah pada politik yang rasional, bukan menajamkan politik identitas. Meski politik identitas disebut Andi tidak dilarang dalam demokrasi.

"Kami yakin ada pertimbangan tertentu jika dalam Ijtimak Ulama pertama tidak mendukung AHY. Tapi pada saatnya nanti kami yakin AHY akan mendapat dukungan besar sebagaimana SBY juga dulu mendapat dukungan besar para ulama," ucap Andi.


"Selamat berijtimak ulama yang kedua. Semoga bukan hanya memberikan dukungan pada Prabowo-Sandi, tetapi juga menyumbangkan pikiran untuk mengatasi persoalan kebangsaan," cetus Andi.

Saat Ijtimak Ulama jilid I, kandidat bakal cawapres Prabowo yang diajukan ialah Ustaz Abdul Somad Batubara dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri. Saat itu nama AHY juga dipertimbangkan Prabowo jadi cawapresnya. Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD, Ferdinand Hutahaean saat itu meminta GNPF Ulama dan FPI tak menekan Prabowo dalam menentukan cawapres.

Ijtimak Ulama II akan digelar pada 16 September 2018 di Jakarta. Ketua GNPF Ulama Ustaz Yusuf Muhammad Martak memastikan Ijtimak Ulama II digelar bukan untuk menentukan arah dukungan ulama pada Pilpres 2019.

"Yang mana nantinya akan dibahas masalah pasangan calon yang sudah ditetapkan dan sudah didaftarkan. Dan yang perlu dicatat, Ijtimak Ulama kedua diadakan yaitu semangat pergantian presiden," kata Yusuf di Restoran Hayam Wuruk, Jl Tebet Barat Dalam Raya, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).



Saksikan juga video 'Ijtimak II Bahas Sejauh Apa Dukungan Ulama untuk Prabowo-Sandi':

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed