DetikNews
Senin 03 September 2018, 08:56 WIB

Komentar Roy Suryo soal Stuntmant hingga Video Jokowi di Asian Games

Faiq Hidayat - detikNews
Komentar Roy Suryo soal Stuntmant hingga Video Jokowi di Asian Games Waketum PD Roy Suryo (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Roy Suryo kerap kali mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama Asian Games 2018. Pertama, Roy mengkritik Jokowi memakai pemeran pengganti (stuntman) dalam pembukaan Asian Games 2018.

"Meski semalam saya tahu itu hanya bersifat 'entertainment' saja, namun sebaiknya etika dalam penayangan di televisi dilakukan, apalagi ini melibatkan sosok orang pertama (Presiden) di republik ini," ujar Roy Suryo dalam akun Twitter-nya, Minggu (19/8) lalu.



Roy berharap masyarakat mendapat penjelasan utuh terhadap pemeran pengganti itu. Sebab tayangan itu tidak tertulis bahwa beberapa adegan Jokowi menaiki moge dilakukan oleh profesional atau stuntman.

"Sebagaimana dalam tayangan-tayangan beretika untuk masyarakat, karena kabarnya sebagian aksi tersebut dilakukan tidak oleh sosok yang bersangkutan, maka sebaiknya ditulis 'TAYANGAN INI DILAKUKAN OLEH PROFESIONAL', sehingga publik dicerdaskan dan diberikan penjelasan yang jujur," kata Roy.



Selain itu, Roy juga mengkritik pelukan Jokowi-Prabowo di Arena Pencak Silat. Dia menilai Asian Games 2018 menjadi panggung pencitraan politik demi kemenangan di Pilpres 2019.

Indonesia menunjukkan kemampuan dengan raihan medali di Asian Games 2018 ini. Indonesia mampu menempati posisi keempat.

"Ini sekaligus juga warning bagi kita agar jangan cepat puas dan berbangga diri, apalagi jadi jemawa atas hasil Asian Games sekarang, apalagi malah menjadikannya ajang pencitraan politik untuk kepentingan 2019," kata Roy, yang juga mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/8).

Menurut Roy, pencapaian gemilang Indonesia di Asian Games 2018 kali ini juga didukung faktor tuan rumah, sehingga Indonesia diuntungkan.

"Karena selain tidak apple to apple secara jumlah atlet dan cabang olahraga yang dipertandingkan, juga karena memang posisi tuan rumah selalu menguntungkan. Lihat saja Indonesia saat menjadi penyelenggara SEA Games tahun 2011 bahkan ketika ISG (Islamic Solidarity Games) 2014 yang diikuti oleh negara-negara anggota OKI malahan bisa menjadi juara umum," tutur Roy.

Terakhir kritik Roy saat penutupan Asian Games 2018 pada malam kemarin. Roy Suryo, menyoroti kemunculan Jokowi lewat video di closing ceremony Asian Games 2018. Jokowi tidak hadir secara langsung karena sedang berada di Lombok, NTB.

"Tweeps, Benar khan Twit saya tadi, soal Vi-Con dari NTB?" tulis Roy Suryo lewat Twitter, Minggu (2/9) malam.

Roy Suryo mengaku mengapresiasi Jokowi yang lebih memilih ke Lombok daripada 'show off' di closing Asian Games. Namun, dia menyayangkan jika Jokowi tetap tampil.

"Tetapi saya menyayangkan kalau nanti Presiden @jokowi masih saja Show-Off dgn VideoConference (apalagi menyebut2 "di Lokasi Bencana")," tulis Roy.
(fai/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed