DetikNews
Minggu 29 Juli 2018, 14:14 WIB

Jokowi Minta Babinsa Tangkal Hoax di Masyarakat

Ray Jordan - detikNews
Jokowi Minta Babinsa Tangkal Hoax di Masyarakat Foto: Presiden Jokowi (Matius Alfons/detikcom)
Makassar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali bicara soal maraknya kabar bohong alias hoax yang menyebar di masyarakat. Kali ini, Jokowi meminta bantuan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk menangkal berkembangnya hoax.

"Sekarang ini, yang namanya isu, hoax, fitnah, kabar bohong, itu berseliweran di masyarakat karena di dapat dari media sosial. Isu seperti ini saudara-saudara harus mampu meredam," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Babinsa Kodam XIV/Hasanuddin di Balai Manunggal M Yusuf, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (29/7/2018).



Jokowi mengatakan, jangan sampai kabar yang tidak benar tersebut membuat resah masyarakat. Jokowi pun memberikan contoh hoax yang dialamatkan ke dirinya, yakni saat dirinya dituding sebagai anggota PKI.

"Contoh yang langsung ke saya, 'Presiden Jokowi itu PKI'. Bahkan ada gambar di sosial media, saya di dekatnya Aidit. Jadi, Aidit pidato saya di bawahnya. Aidit pidato tahun 1965. Saya lahir tahun 1961, tapi ada yang percaya. PKI itu dibubarkan tahun 1965, saya lahir tahun 1961, baru umur 4 tahun. Gambar seperti ini ada yang percaya," kata Jokowi.

Hal semacam itu, kata Jokowi, harus diredam. Jokowi menilai, penyebaran hoax juga merupakan permainan politik yang kotor.

"Jangan sampai diadu masyarakat dengan hal seperti ini. Ini tidak bisa diteruskan seperti ini. Ini permainan poltik yang bisa memecah belah. Tugas saudara untuk beri pemahaman yang nalar dan masuk logika. Sedih kita melihat cara permainan politik seperti ini," katanya.



Jokowi juga menduga, permainan politik kotor itu acap kali dilakukan setiap ada pesta demokrasi seperti pemilihan kepala daerah hingga pemilihan presiden.

"Gara-gara pilkada dan piplres setiap 5 tahun sekali kita mengembangkan politik kotor dengan cara seperti itu. Apakah kita mau teruskan? Kalau saya tidak! Stop cara itu. Politik yang mendewasakan masyarakat itu yang harus kita tempuh sehingga masyarakat matang dalam berpolitik. Ini tugas saudara-saudara semua apabila ada isu yang tidak betul. Berkembang seperti itu bahaya," jelas Jokowi.

Jokowi Ibaratkan Jarum Jatuh pun Babinsa Harus Tahu

Jokowi juga meminta kepada prajurit Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk lebih peduli dan waspada terhadap lingkungan. Jokowi pun mengibaratkan, jarum jatuh ke tanah di desa pun Babinsa harus tahu.

Jokowi mengatakan, kemampuan Babinsa sangat penting sekali bagi lingkungan. Untuk itu, jika Babinsa menemukan sesuatu yang mencurigakan atau hal yang tidak wajar, maka harus segera dilaporkan untuk kemudian diambil tindakan.

"Kemampuan Babinsa sangat penting sekali. Ketemu cepat, lapor cepat, setiap hal. Jangan sampai ada hal yang terjadi di sebuah desa kita nggak ngerti. Keliru besar kita. Saya minta jarum jatuh di desa itupun sudah harus ngerti, sudah harus tahu, di mana jarum itu jatuh, apakah di sungai, jerami atau sawah. Tugas paling penting itu," kata Jokowi.

Jokowi mengingatkan, jangan sampai ada orang atau pihak luar yang tidak diketahui latar belakangnya masuk ke desa. "Contoh, kaya di Poso, ada beberapa orang asing yang masuk dulu. Ada berapa? Iya kan? Masa tidak diketahui tahu-tahu sudah berkegiatan, tambah satu, tambah satu. Inilah tugas dari semua hal kecil seperti itu. Ketemu cepat, lapor cepat, sehingga cepat diselesaikan," kata Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan tentang masuknya pihak yang terutama berkaitan dengan tindak terorisme. Jika tidak dideteksi dari awal, maka akan sulit untuk mengatasinya.

"Jangan sampai kalau sudah membesar, menyelesaikannya sulit. Contoh di Suriah, tahu-tahu meledak jadi ISIS, jadi puluhan ribu. Di Marawi Filipina, tahu-tahu sudah ribuan. Jangan sampai seperti itu terjadi di negara kita. Dan saya yakin semua itu tidak terjadi kalau saudara kerja seusai dengan tupoksi yang diberikan," katanya.

Meski demikian, Jokowi yakin Babinsa bisa melakukan pekerjaannya dengan baik, teruatama dalam mendeteksi awal potensi terorisme dan perpecahan di desa.

"Saya yakin dengan Babinsa. Kenapa (terorisme) tidak bisa berkembang seperti di Suriah? Karena sudah terdeteksi lebih dulu. Hati-hati betul. Tingkatkan terus kemampuan manajerial di desa. Cek ada masalah apa, bisa menyelesaikan, ikut selesaikan," katanya.

Jokowi sendiri mengapresiasi kinerja Babinsa di bawa Kodam XIV/Hasanuddin yang turut menyukseskan jalannya pilkada di wilayah Sulawesi. Jokowi menekankan, stabilitas politik dan keamanan penting di suatu wilayah.

"Tanpa stabilitas politik, stabilitas keamanan, lupakan yang namanya pembangunan. Akan sulit. Sehingga selain kemampuan manajemen teritori, juga penguasaan wilayah harus mengerti betul, detil. Kemampuan komunikasi sosial, berinteraksi dengan masyarakat, dengan bahasa enak, pendekatan dengan masyarakat, sehingga rakyat jadi sebuah kekuatan dalam menghadapi ancaman yang datang," jelas Jokowi.




Tonton juga 'Ini yang Membuat TGB Yakin Jokowi Pantas 2 Periode':

[Gambas:Video 20detik]


(jor/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed