DetikNews
Jumat 20 Juli 2018, 07:31 WIB

Bendera Peserta Asian Games Pakai Bambu, PDIP DKI: Tidak Pantas!

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Bendera Peserta Asian Games Pakai Bambu, PDIP DKI: Tidak Pantas! Gembong Warsono (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - PDIP mengkritik persiapan Pemprov DKI Jakarta dalam menyambut Asian Games 2018. PDIP menilai Pemprov tak merepresentasikan sebagai tuan rumah yang baik.

"Nah ini saya katakan Pemda DKI Jakarta tidak merepresentasikan itu, sebagai tuan rumah yang baik contoh paling sederhana, ketika ada perhelatan Asian Games ini kan DKI Jakarta seolah-olah tidak terlalu proaktif, baru-baru akhir-akhir ini saja setelah DPRD mendorong," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono saat dihubungi, Kamis (19/7/2018) malam.


Gembong menilai upaya Pemprov dalam persiapan Asian Games baru terlihat saat ada dorongan dari DPRD. Pemprov dinilai tidak proaktif.

"Begitu DPRD mendorong serius Pemprov DKI Jakarta, baru itu keliatan geliatnya terhadap kesiapan Pemprov DKI sebagai tuan rumah," imbuh dia.


Lebih jauh, Gembong menyoroti pemasangan bendera peserta Asian Games dengan bambu. Menurut dia, Pemprov seperti tak menunjukkan keseriusannya dalam menjamu para peserta Asian Games.

"Sangat tidak wajar lah, sepakat saya untuk daerah-daerah protokol yang dilintasi oleh duta-duta atletik rasanya tidak pantas kita sebagai tuan rumah menampilkan wajah yang seperti itu. Ini artinya kan, ini sebetulnya menunjukkan kesiapan kita, menunjukkan keseriusan kita terhadap helatan Asia dalam konteks olahraga," tuturnya.

Dia lantas membandingkan perhelatan Asian Games dengan kegiatan politik yang digelar di Jakarta. Gembong mengingatkan jangan sampai hajatan partai politik justru lebih bagus dibandingkan gelaran olahraga yang mengundang banyak negara.

"Bisa dibandingkan dengan hajat partai politik saja, jarang menggunakan bambu dibelah-belah, kan gitu loh, masa hajatnya partai politik dengan hajatnya negara derajatnya lebih tinggi partai politik seharusnya malu dengan kondisi seperti itu," bebernya.

Selain itu, Gembong juga mengkritik langkah Pemprov yang menutupi kali yang airnya hitam dengan waring. Yang perlu dilakukan, menurut Gembong, adalah langkah besar untuk membersihkan kali yang kotor tersebut.

"Bukan ditutup tapi bagaimana seluruh komponen di DKI Jakarta itu ada PPSU, ada yang dari dinas tata air untuk menjawab segala persoalan yang ada di kali, yang hitam dan sebagainya, harusnya di situ," ujarnya.
(knv/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed