DetikNews
Sabtu 16 Juni 2018, 06:30 WIB

Tentang Ular Sanca yang Telan Wanita Bulat-bulat

Haris Fadhil - detikNews
Tentang Ular Sanca yang Telan Wanita Bulat-bulat Warga Muna menangkap ular sanca yang memakan wanita. (Dok. Istimewa)
Jakarta - Seekor ular sanca menelan bulat-bulat seorang warga Desa Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, bernama Wa Tiba (54). Peristiwa ini pun bikin kaget dan menimbulkan banyak pertanyaan terkait ular tersebut.

detikcom mencoba mengumpulkan data terkait jenis ular yang menelan bulat-bulat korbannya itu. Salah satunya lewat penjelasan ahli herpetologi atau cabang zoologi yang mempelajari reptil dan amfibi, Amir Hamidy.

Ia menjelaskan ular yang punya nama Latin Python reticulatus ini merupakan salah satu spesies ular terbesar dan terpanjang di dunia. Besarnya hanya bisa disamai oleh anaconda.

"Jenisnya itu sanca batik ya. Kemudian nama Latin-nya, Python reticulatus. Untuk jenis ini, memang ular yang terbesar dan terpanjang di dunia. Terbesarnya mungkin anaconda bisa menyamai, tapi kalau terpanjang itu adalah Python reticulatus ini," kata Amir, yang juga menjabat Kepala Laboratorium Herpetologi Puslit Biologi LIPI, Jumat (15/6/2018) malam.


Tonton juga 'Heboh Jasad Wanita Tua di Perut Ular Sanca':

[Gambas:Video 20detik]


Menurutnya, panjang ular itu bisa mencapai 8-9 meter di alam liar. Ia mengatakan ular ini tersebar di berbagai tempat di Asia Tenggara.

"Ular ini distribusinya itu cukup luas dari wilayah Asia Tenggara. Vietnam bagian selatan sampai ke wilayah Indochina, Thailand, Malaysia, sampai wilayah Indonesia. Memang di Indonesia itu wilayahnya paling luas sendiri. Wilayah persebaran Python reticulatus ini mulai dari Sumatera sampai ke Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, sampai ke Halmahera sana," ujarnya.

Selain dari Amir, detikcom melihat data soal ular ini dari http://www.reptile-database.org/ yang menjadi acuan bagi data tentang reptil di dunia. Dalam situs itu, ular ini disebut sebagai Malayopython reticulatus.

Terdapat keterangan yang menyebut ular ini banyak dieksploitasi untuk keperluan komersial. Menurut situs tersebut, dari tahun 2000 hingga 2007, Malaysia dan Indonesia mengekspor 1.246,03 dan 1.241.076 ular piton liar, masing-masing hanya untuk industri fashion.


Di situs ini terdapat nama jenis ular yang menjadi sinonim Malayopython reticulatus, seperti Boa reticulata dan Python reticulatus saputrai.

Untuk wilayah persebarannya di Indonesia juga dirinci secara lebih spesifik, yakni Ambon, Pulau Anambas, Banda Besar, Borneo, Buru, Flores, Halmahera, Jawa, Krakatau, Lang, Lombok, Kepulauan Mentawai, Kepulauan Natuna, Nias, Kepulauan Riau, Seram, Simeulue, Sulawesi, Sumatera, dan daerah lainnya. Situs ini juga menyebut Python reticulatus pernah terdokumentasi membunuh harimau hingga buaya.


Tonton Juga Video Terkait, Nasib Tragis Dwi si Pelukis yang Tewas Dililit Sanca:

[Gambas:Video 20detik]


(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed